Semarang - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan bahwa upaya pelemahan KPK dilakukan secara sistematis.
"Upaya pelemahan KPK itu sistematis dengan bentuk yang bermacam-macam seperti teror dan puncaknya terjadi tadi malam ketika akan dilakukan penjemputan secara paksa salah satu penyidik KPK oleh kepolisian," kata Abraham Samad di Semarang, Sabtu.
Hal tersebut diungkapkan Abraham di sela dialog tentang peran ulama dan tokoh masyarakat se-Jateng dalam menegakkan konstitusi dan gerakan antikorupsi yang berlangsung di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Jalan Dr. Cipto Semarang.
Ia menjelaskan bahwa pada Jumat (5/10) malam kantor KPK sudah dikepung dan akan dilakukan upaya paksa terhadap salah seorang penyidik KPK yang bernama Kompol Novel Baswedan oleh oknum-oknum polisi.
"Situasi di kantor KPK tadi malam tidak kondusif dan mencekam bagi penyidik KPK yang idealis," ujarnya.
Terkait dengan upaya pelemahan institusi yang dipimpinnya dengan cara mengkriminalisasi penyidik KPK, Abraham mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.
Ia mengatakan, KPK akan melindungi dan memberikan perlindungan kepada penyidik-penyidiknya yang sedang terancam baik fisik maupun psikologis yang berupa tekanan-tekanan.
"KPK akan lakukan perlindungan maksimal kepada penyidik dan keluarganya," kata Abraham. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.