Pekanbaru - Juara bertahan tim putra Jawa Timur tinggal selangkah mempertahankan medali emas dan akan menghadapi Jawa Tengah pada partai final bola voli indoor Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012 di Pekanbaru, Rabu (19/9). Jatim melaju ke babak final setelah menghempaskan Kalimantan Timur 3-0 (35-33, 25-17, 25-15) pada pertandingan semifinal di GOR Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Senin. Sedangkan tim kuda hitam Jawa Tengah secara mengejutkan menyingkirkan tim unggulan Bali juga dengan angka 3-0 (32-30, 25-22, 25-22). Dengan hasil ini, tim bola voli Jatim berpeluang mengawinkan medali emas, karena pada laga sebelumnya tim putri juga melangkah ke babak final dan akan bertemu tim kuat Jawa Barat. "Sudah menjadi tekad kami untuk membawa pulang medali emas putra dan putri. Kami berharap anak-anak bisa bermain lebih maksimal di laga final," kata Asisten Manajer Tim Bola Voli Jatim Johanes Kunto usai pertandingan. Jatim terakhir kali menyandingkan medali emas cabang bola voli indoor saat menjadi tuan rumah PON XV pada 2000. Setelah itu pada dua edisi PON berikutnya pada 2004 dan 2008, prestasi tim putri menurun, sementara tim putranya selalu berhasil mempertahankan medali emas. Pelatih Tim Bola Voli Putra Jatim Ibarsyah Danu mengatakan, anak asuhnya siap menghadapi siapapun lawan di partai final, karena sejak awal telah menganggap semua peserta PON adalah lawan berat. "Awalnya kami prediksi bertemu Bali yang materi pemainnya memang bagus, tapi mereka justru dikalahkan Jateng. Peluang di final lawan Jateng tetap 'fifty-fifty', meskipun kekuatan Jateng tidak seperti Bali," katanya. Tim putra Jatim sempat keteteran menghadapi tekanan Kaltim pada set pertama dan harus mengeluarkan seluruh kemampuan untuk menahan serangan lawan. Dominasi Bagus Wahyu Ardiyanto dan kawan-kawan mulai terlihat di set kedua dan berlanjut pada set ketiga, dengan variasi serangan dari Agung Seganti, I Putu Randu, Machfud Nurcahyadi, dan Dwi Sistin Yoga, serta Ahmad Faisal. Kejutan Jateng Sementara itu pada laga semifinal putra sebelumnya, Bali yang sebenarnya lebih difavoritkan masuk final, secara tidak terduga justru menyerah dari Jateng yang bermain sangat solid. Buruknya pertahanan menjadi salah satu penyebab kekalahan Made Adhi Suartama dan kawan-kawan, meskipun pada set pertama sempat menekan lawannya. Pelatih Tim Bola Voli Jateng W Subowo mengatakan, kunci kemenangan timnya kali ini karena anak asuhnya mampu bermain tenang dan berhasil menahan serangan lawan dengan blok-blok yang lebih rapat. "Sebelumnya kami sudah pelajari karakter permainan Bali yang punya meteri pemain lebih baik. Bola smes mereka tidak terlalu tinggi dan variasi serangannya mudah dibaca," ujarnya. Keberhasilan tim putra Jateng menembus babak final disambut suka cita seluruh pemain, pelatih dan ofisial, karena untuk pertama kalinya mereka mencapai final PON. "Kami tidak mau berpikir dulu soal laga final, karena ingin menikmati kemenangan ini. Yang jelas, lawan Jatim jauh lebih berat karena materi pemain mereka lebih bagus dibanding Bali," ujar Subowo. Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang menyaksikan kemenangan daerahnya atas Bali, langsung turun dari tribun VIP menuju ruang ganti pemain untuk memberikan ucapan selamat. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026