Kami berharap keberadaan perpustakaan ini dapat berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang kritis
Surabaya (ANTARA) - Tiga sekolah dasar (SD) di Klungkung, Bali, mendapat perpustakaan ramah anak dari LG Electronics Indonesia, bertepatan Hari Anak Nasional, untuk mendukung minat baca dan literasi siswa.
"Kami berharap keberadaan perpustakaan ini dapat berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang kritis dan terampil untuk masa depan lebih baik," ujar President of LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.
LG menyebut perpustakaan ini bagian dari pilar CSR bertajuk LG Loves Children, satu dari empat pilar dalam payung LG Loves Indonesia. Pilar lain mencakup LG Loves Green, LG Loves School, dan LG Loves and Cares.
Ruang perpustakaan turut dilengkapi panel dinding dan meja dari bahan daur ulang hasil kampanye “Better Life When We Recycle”. Sebanyak 150 tempat pensil daur ulang juga dibagikan kepada para siswa.
Untuk pengayaan koleksi, tiap perpustakaan menerima lebih dari 350 buku cerita, bergambar, serta buku berjenjang untuk siswa kelas 1–6. Jumlah buku mencerminkan 35 tahun kiprah LG di Indonesia.
Program juga mencakup pelatihan membaca nyaring (reading aloud) bagi guru agar interaksi membaca di perpustakaan lebih menarik dan optimal untuk anak.
"Keseluruhan faktor pendukung ini benar-benar kami siapkan untuk membuat perpustakaan ini benar-benar memenuhi kriteria sebagai perpustakaan ramah anak," ujar Ha Sang-chul.
Meski masih langkah kecil terhadap tantangan literasi nasional, LG menegaskan komitmennya menjalankan program berkelanjutan di bidang pendidikan dan lingkungan untuk masyarakat Indonesia.
"Selama 35 tahun beroperasi di Indonesia, LG berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik melalui program sosial dan lingkungan," tutur Ha Sang-chul.
Dalam pengembangannya, LG berkolaborasi dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) untuk memastikan perpustakaan memenuhi standar ramah anak dari aspek fisik, koleksi buku, kegiatan, hingga interaksi pustakawan.
"Perpustakaan ramah anak harus memenuhi kriteria utama. Yaitu menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan membaca," ujar Direktur Eksekutif YLAI Ni Ketut Ayu Sugati.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.