Fashion bukan hanya soal apa yang tampak di mata, tetapi juga apa yang diyakini dan disampaikan.

Surabaya (ANTARA) - Bie Hin Tailor menghadirkan pertunjukan musik teatrikal dan runway fashion show bertajuk “La Maison Fantasia” di Shangri-La Grand Ballroom Surabaya, Jumat (25/7), sebagai upaya membangun moralitas kepedulian melalui karya kreatif.

“Dari nilai-nilai itulah lahir inspirasi besar, sebuah pertunjukan keajaiban musik dan runway yang bukan hanya memukau mata, tapi juga menyentuh jiwa melalui visualisasi interaktif,” ujar President Director Bie Hin Tailor, Abraham Setiawan.

Abraham menjelaskan, pertunjukan ini terinspirasi dari kisah-kisah Disney yang sarat dengan etika dan moralitas kepedulian, seperti keberanian, kejujuran, ketekunan, serta cinta tanpa pamrih.

“Melalui musik teatrikal dan runway ini, kami ingin menunjukkan bahwa keindahan visual dapat berpadu dengan kedalaman nilai. Fashion bukan hanya soal apa yang tampak di mata, tetapi juga apa yang diyakini dan disampaikan,” katanya.

Pertunjukan ini melibatkan berbagai kalangan seperti pengusaha, profesional, komunitas, dan influencer yang memiliki pengaruh dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Sejumlah tokoh yang turut ambil bagian dalam pertunjukan ini diantaranya Elishabe Soetopo (Pastor Alfa Omega Church), Ivana Tantoyo (Direktur The Grand Kenjeran), Michael Lauw (Interior Designer), dan Novia Simon (Founder 3C Gym).
 

Novia Elizabeth Simon (tengah) Founder 3C Gym yang ikut mendukung teatrikal dan runway fashion show bertajuk “La Maison Fantasia” di Shangri-La Grand Ballroom Surabaya, Jumat (25/7/2025). (ANTARA/Faizal Falakki)


Di tempat yang sama Novia Elizabeth Simon mengaku gembira bisa menjadi bagian dari acara yang membangun kepedulian sosial.

"Saya senang bisa support di acara ini yang dasarnya charity, anak-anak juga dihadirkan untuk membangun kepedulian sosial," kata wanjta yang juga Ketua Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Surabaya ini.

Dirinya juga mengapresiasi event Bie Hin Tailor yang mengajak semua kalangan membangun kepedulian sosial dengan kemasan Disney yang memungkinkan untuk dipahami anak-anak.

Menurutnya saat ini masih banyak anak hidup dalam kondisi rentan, dengan akses terbatas terhadap pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar. 

Di Surabaya sendiri, anak dari keluarga kurang mampu masih berjuang setiap hari untuk sekolah, makan bergizi, atau bahkan sekadar bermain dengan aman.

"Acara ini, membangun tentang mimpi dan kepercayaan atas perjalanan bisnis  namun juga bagaimana bisa memberi kembali ke masyarakat," kata pengusaha juga bergelut di dunia olahraga dan kecantikan ini.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026