Sampai sekarang masih banyak di-cover oleh penyanyi-penyanyi pemula di berbagai platform media sosial

Surabaya (ANTARA) - Johnny Sahilatua mengaku senang lagu-lagu ciptaannya dikenal generasi muda melalui platform yang berkembang di era digital. 

Adik kandung Franky dan Jane Sahilatua ini turut berkontribusi mencipta sejumlah lagu hits yang melambungkan duo kakaknya itu di blantika musik tanah air sejak tahun 1970-an. 

"Saya pun beradaptasi dengan era digital dengan membuat akun You Tube pribadi. Agar penikmat musik tahu karya saya," katanya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.

Diakuinya perkembangan teknologi digital telah mengubah cara promosi musik.

Johnny menilai kini musisi harus memanfaatkan platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan fitur video pendek seperti Reels atau Shorts untuk memperkenalkan karya mereka.

"Media sosial sekarang menjadi tren utama untuk mengangkat sebuah karya. Memperkenalkan lagu lewat video pendek jauh lebih efektif," ucapnya.

Sepanjang karirnya, Johnny tidak hanya menciptakan lagu untuk duo saudaranya Franky dan Jane. 

Bersama mendiang Franky Sahilatua, Johnny mencipatakan lagu Kemesraan untuk Iwan Fals di tahun 1988 yang dinyanyikan bersama sejumlah penyanyi papan atas di era itu, seperti Betharia Sonata, Rafika Duri dan Chrisye.

Lagu Kemesraan masih populer sampai sekarang dan banyak di-cover atau dinyanyikan ulang oleh penyanyi-penyanyi generasi muda di berbagai platform media sosial.  

Satu lagi lagu ciptaan Johnny yang terbilang abadi sampai sekarang adalah "Damai Bersamamu".

Lagu rohani itu dipopulerkan oleh penyanyi Chrisye di tahun 1996. Sampai sekarang masih banyak di-cover oleh penyanyi-penyanyi pemula di berbagai platform media sosial. 

Ketika ditanya soal royalti, Johnny menegaskan bahwa setiap karya musik layak mendapat apresiasi finansial. 

"Wajar seorang musisi mendapatkan reward. Namun semua kembali ke kesadaran masing-masing. Secara moral dan etika, harus ada penghargaan atas hak cipta," ucap musisi berdarah Maluku yang lahir dan besar di Kota Surabaya ini. 
 



Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026