Surabaya - Kecelakaan yang terjadi selama "H-7" hingga "H+5" Lebaran 2012 atau selama musim arus mudik dan balik di jalur Jawa Timur. sebanyak 1.073 kasus.
"Setelah kami melakukan pendataan, total 1.073 kasus kecelakaan terjadi selama arus mudik dan balik," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Pemprov Jatim Wahid Wahyudi kepada wartawan di Surabaya, Senin.
Dari sejumlah angka tersebut, sebanyak 1.000 lebih kasus melibatkan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Tentu saja angka ini naik sekitar 109 persen dibanding tahun 2011 yang jumlahnya sekitar 800 kasus.
Dari total kasus kecelakaan, 113 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka berat maupun luka ringan. Bahkan 70 persen diantara korban meninggal dunia melibatkan kendaraan roda dua.
"Berarti kalau dirata-rata, sebanyak delapan orang meninggal setiap hari di jalan selama musim arus mudik dan balik. Ini nantinya yang akan dievaluasi, khususnya tentang mudik menggunakan sepeda motor," katanya.
Hanya saja, Wahid Wahyudi menyangkal bahwa kecelakaan yang melibatkan sepeda motor selama arus mudik mayoritas berada di jalur antardesa dan antarkecamatan. Sedangkan di jalur utama, seperti jalan nasional dan jalan provinsi lebih rendah.
"Kejadiannya banyak di jalur-jalur pedesaan. Saat mengunjungi kerabat dari satu desa ke desa lain, biasanya seperti itu. Bahkan ada juga motor yang dipinjam oleh keluarga di desa, kemudian kecelakaan. Seperti itu laporan yang sementara kami terima," papar dia.
Pihaknya mengungkapkan, hasil evaluasi sementara tim analisa dan evaluasi Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim selama arus mudik kondisi lalu lintas di jalur utama jauh lebih lancar dan terpantau tidak ada antrean berarti di titik tertentu.
Sebelum awal arus balik lalu, pihaknya mengaku sempat khawatir terjadi antrean panjang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, baik yang menuju maupun dari Bali. Apalagi ada laporan bahwa antrean panjang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk Bali hingga 10 kilometer.
Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo sempat memberikan solusi meminimalisasi angka kecelakaan pada tahun depan. Salah satu evaluasi yang bakal dicanangkan yakni dengan menyediakan truk besar khusus muat sepeda motor.
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengatakan, pemudik akan dinaikkan bus gratis dengan tujuan beberapa daerah, kemudian motor dinaikkan truk khusus.
"Kami faham bahwa motor salah satu penunjang untuk mobilisasi di desa ketika mudik, apalagi tidak ada larangan mudik menggunakan motor. Nah, untuk menghindari kecelakaan, mulai 2013 kami mencoba sistem ini, yakni mengangkut motor dengan truk seperti angkutan motor milik dealer, kemudian pemilik naik bus," tuturnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.