Banyuwangi, Jatim (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa, menyebutkan sejak pukul 10.00 WIB arus lalu lintas menuju pelabuhan mulai lancar.

Sedangkan, di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali, masih terdapat antrean kendaraan di kawasan Gapura Gilimanuk dengan panjang sekitar 500 meter.

"Kondisi tersebut terus kami pantau secara berkala dan menjadi perhatian dalam pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan untuk memastikan antrean dapat segera terurai," kata General Manajer ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto di Banyuwangi, Jatim, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa selain optimalisasi armada kapal yang telah beroperasi, kapal perbantuan kapasitas besar KMP Jatra I juga sudah mulai melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Kapal ini mulai melayani perdana pada Selasa ini sekitar pukul 04.00 WIB guna memperkuat kapasitas layanan.

Menurut Media, KMP Jatra I menjadi bagian dari upaya ASDP untuk memperkuat kapasitas layanan dan armada tambahan tersebut diintegrasikan dengan pola operasi yang berjalan agar pelayanan dapat semakin optimal dan arus kendaraan bergerak lebih cepat.

"Sementara KMP Portlink 0 juga telah sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi pada Senin (7/9/2026) malam, dan dijadwalkan berangkat pada Selasa ini menuju Pelabuhan Lembar hingga maksimal keberangkatan pukul 21.00 WIB malam ini dengan tetap memperhatikan kondisi pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Wangi," ujar dia.

Media menambahkan untuk mendukung kelancaran layanan, saat ini ASDP mengoperasikan 26 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan pola 8 trip, dan sebagian operasional kapal masih menerapkan pola tiba-bongkar-muat (TBB) sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan waktu pelayanan kapal di pelabuhan, sehingga pergerakan kendaraan dapat berlangsung lebih efektif.

"Penyesuaian pola operasi akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan, dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait guna menjaga kelancaran arus penyeberangan," kata Media.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026