Malang - Perkumpulan Pemilik Angkutan Kota Malang (Permitama) berharap pemkot setempat memberikan bantuan konverter gratis bagi para pemilik angkutan guna merealisasikan penggunaan bahan bakar gas (BBG) di daerah itu.
Ketua Permitama Muhammad Udin, Senin, mengemukakan, pihaknya bersedia untuk mengalihkan penggunaan premium ke BBG bagi angkutan umum jika Pemkot Malang memberikan bantuan konverter secara gratis.
"Kalau pada tahap awal ini kami tidak perlua mengeluarkan biaya untuk membeli konverter, kami pasti mau untuk beralih ke BBG. Apalagi BBG ini juga ramah lingkungan dan lebih murah dibandingkan dengan premium," tegasnya.
Ia mengakui, secara ekonomis penggunaan BBG lebih murah, dengan catatan untuk pemasangan peralatannya berupa konverter harus ada bantuan dari pemerintah, karena harga konverternya cukup mahal.
Sebelumnya bendahara Permitama Gatot mengatakan, dari presentasi yang dipaparkan oleh konsultan Kementerian ESDM, BBG lebih efesien dan lebih hemat dibanding premium.
Apalagi, katanya, ketika BBG yang digunakan nanti habis, bahan bakar kendaraan bisa langsung dialihkan ke premium. Sehingga, satu kendaraan ada bahan bakar cadangannya.
"Kalau kita hitung, perbandingannya sekitar 1:3, sehingga BBG jauh lebih murah ketimbang BBM. Tapi, kami akan lihat dulu dalam uji coba, kalau memang menguntungkan ya kami teruskan, kalau ternyata lebih boros atau tidak nyaman ya kami hentikan," tandasnya.
Penggunaan BBG untuk kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Malang belum lama ini sudah diujicobakan. Dan, dalam waktu dekat ini seluruh kendaraan dinas serta sebagian angkutan umum termasuk taksi diwajibkan menggunakan BBG.
Untuk tahap awal, konverter bagi kendaraan yang diwajibkan menggunakan BBG itu diberikan secara gratis karena Pemkot Malang tahun ini mendapatkan bantuan konverter dari Kementerian ESDM sebanyak seribu unit.
Pada tahun ini Pemkot Malang juga akan membangun sekitar enam titik stasiun pengisian BBG. Keenam lokasi stasiun pengisian BBG itu di antaranya berada di Jalan tenes (belakang MOG), Jalan veteran (dekat Matos), kawasan Terminal Arjosari, Jalan A Yani serta di kawasan Gadang.(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.