Sidoarjo - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan maut di Jalan Raya Trosobo antara Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7850 UR dan juga sebuah truk fuso bernomor polisi W 8286 UD dengan korban meninnggal dunia sebanyak tujuh orang. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo, Ajun Komisaris Polisi, Fahrie Siregar, Selasa, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terkait dengan peristiwa kecelakaan tersebut termasuk memeriksa sejumlah orang saksi untuk dimintai keterangan. "Kami masih melakukan pemeriksaan terkait dengan peristiwa kecelakaan tersebut untuk mengetahu secara pasti penyebab kecelakaan," katanya. Sebelumnya, sebuah bus Harapan Jaya terlibat kecelakaan maut dengan sebuah truk fuso hingga mengakibatkan bus roboh ke arah berlawanan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, bus berjalan cepat dari arah Mojokerto menuju ke Surabaya. Setelah mendekati arah pputar balik dii dekat jembatan timbang Trosobo, bus mengerem mendadak guna menghindari kendaraan roda dua yang ada di depannya. "Namun, karena kendaraan bus yang terlalu cepat, sehingga membuat bus oleng dan bertabrakan dengan truk fuso yang berada dari arah Surabaya ke Mojokerto," kata Saiful Anam salah seorang warga. Akibat kecelakaan tersebut sebagian penumpang bus terjepit dan mengalami luka ringan dan luka berat. Arus lalu lintas dari kedua jalur juga sempat tersendat dan kemacetan panjang tak terhindarkan akibat kecelakaan maut tersebut. Sejumlah korban tewas, luka berat dan luka ringan langsung dievakuasi menuju ke rumah sakit terdekat yakni di Rumah Sakit Anwar Medika Krian serta rumah sakit Siti Khodijah Sepanjang.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026