Surabaya - Sebanyak 500 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Surabaya mengikuti program "Jawa Timur Mengaji" sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi bacaan Al Quran di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu.
Ketua DPD PKS Surabaya, Ibnu Shobir, mengatakan bahwa acara bertajuk "Jawa Timur Mengaji" ini mewajibkan 500 kader dan pengurus PKS Surabaya untuk dites kualitas bacaan Alqurannya.
"Kita ingin memastikan kualitas kedekatan hubungan kader dan pengurus dengan Alquran semakin baik untuk membantu standar moral mereka," ujar Shobir.
Menurut dia, di antara kader yang ikut kegiatan merupakan kader yang nanti akan masuk dalam bakal calon anggota legislatif dari PKS.
"Ke depan bakal caleg PKS dipastikan tidak ada masalah dalam kekokohan moralnya," kata alumnus Ponpes Darul Ulum Jombang ini.
Shobir mengatakan bahwa "Jawa Timur Mengaji" adalah bentuk kepedulian PKS dalam melestarikan salah satu ciri masyarakat Jawa Timur yang religius dan harmonis yang harus terus dipelihara.
Sementara itu, anggota Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menambahkan pihaknya mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih peduli pada guru-guru Alquran di Surabaya.
"Anggaran untuk 10.000 guru Alquran di Surabaya masih minim, hanya Rp50 ribu per orang setiap bulan," ujar Reni.
Padahal, lanjut Reni, mereka sudah berjasa dengan mengajar anak-anak Surabaya di TPA/TPQ agar bebas buta huruf Alquran dan membentuk karakter anak Surabaya yang bermoral.
"Kalau bisa tahun depan, 2013, naik tiga kali lipat, dan bisa diperluas untuk semua guru Alquran," ujarnya.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.