Nairobi (ANTARA/Reuters) - Seorang penyerang bom bunuh diri tewas dan sembilan orang cedera ketika ia meledakkan sebuah granat di pangkalan udara militer di Nairobi, Jumat, kata polisi, dalam serangan terakhir semacam itu sejak Kenya mengirim pasukan ke Somalia untuk memerangi kelompok militan.
Serangan itu terjadi di daerah yang dihuni banyak orang Somalia, dan polisi mengatakan bahwa penyerang bermaksud meledakkan sekelompok prajurit di dekat garis luar pangkalan itu.
Seluruh korban cedera, kecuali satu orang, adalah warga sipil, kata polisi.
"Orang itu penyerang bunuh diri, ia meledakkan apa yang kami yakini sebagai sebuah granat dan kami menduga ia menyerang garis luar pangkalan itu," kata Nicholas Kamwende, kepala bagian penyelidikan kriminal di Nairobi, kepada Reuters.
Serangan itu dilakukan menjelang kunjungan Sabtu ke Kenya oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang lawatannya ke Afrika antara lain untuk memperkuat hubungan keamanan dalam menghadapi ancaman-ancaman dari kelompok militan.
Setelah mengunjungi Uganda, Hillary akan bertemu dengan Presiden Kenya Mwai Kibaki di Nairobi pada Sabtu dan kemudian dengan Presiden Somalia Sheikh Sharif Ahmed.
Pada awal Juli Kenya dilanda serangan terburuk ketika sedikitnya 17 orang tewas dalam ledakan granat dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok orang bertopeng terhadap gereja-gereja di sebuah kota Kenya yang digunakan sebagai pangkalan operasi untuk menyerang gerilyawan Al-Shabaab di Somalia. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.