Pasuruan - Suku Tengger di Gunung Bromo akan kembali menggelar upacara Yadnya Kasada mulai Jumat (3/8) malam hingga puncaknya Sabtu (4/8) dini.
Kepala Desa Wonokitri, Aidarmiwati yang dihubungi, Rabu menyebutkan, warga suku Tengger di Gunung Bromo akan melaksanakan upacara Yadnya Kasada mulai Jumat (3/8) hingga puncaknya pada Sabtu (4/8) dini.
Namun warga suku Tengger telah melakukan kegiatan persiapan mulai Selasa (31/70) kemarin dengan melakukan mendak tirta (mengambil air suci) di sejumlah sumber air di kawasan Gunung Bromo.
Warga suku Tengger yang ada di wiklayah Pasuruan, dan malang mengamvbil air suci di Gunung Widodaren, sedangkan warga suku tengger di Lumajang mengamvil air suci di Ranupane, dan warga suku tengger di Probolinggo mengambil air suci di Madakaripura.
Air suci yang telah diambil dari berbagai sumber terserbut kemudian di bawa ke Pura Agung Poten di kaldera Gunung Bromo untuk keperluan ritual.
Disebutkan, sebelum melaksanakan upacara Yadnya Kasada warga juga telah melakukan ritual mepak di masing-masing rumah warga suku Tengger.Dan pada Kamis (2/8) siang besok warga suku Tengger melaksanakan upacara Piodalan, yakni upacara peringatan Pura Agung Poten di Gunung Bromo.
Sementara warga suku Tengger di empat wilayah juga melakukan berbagai kegiatan diantaranya menggekar berbagai kesenian tradisional tayuban, serta melakukan pesta penyambutan tamu, Jumat (3/8) malam.
Pesta penyambutan tamu di Pasuruan digelar di Pendapa Agung Wonokitri, sedangkan penyambutan tamu di Probolinggo dilakksanakan di Pendapa Cemorolawang.
Baru menjelang tengah malam, warga suku tengger adari berbagai daerah turun ke kaldera untuk melaksanakan puncak upacara Yadnya Kasada di Pura Agung Poten. Upacara digelar Jumat (3/8) tengah malam pukul 00.00.
Setelah itu pada Sabtu (4/8) dini warga suku Tengger bersama-sama melaksanakan labuh sejaji berupa berbagai hasil bumi dan ternak ke kawah Gunung Bromo. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026