Surabaya, Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan peran strategis desa dalam memperkuat sektor pangan dan ekonomi daerah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
"Jawa Timur memiliki lebih dari 4.000 desa mandiri, tertinggi secara nasional. Ini membuktikan bahwa desa-desa kita mampu menjadi motor utama dalam ketahanan pangan," ujar Khofifah saat membuka Pameran Kampung Kreasi (Pakasi) 2025 di Surabaya, Jatim, Kamis.
Kegiatan tahunan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur itu bertema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Rangka Penguatan Ketahanan Pangan".
Pakasi 2025 diikuti oleh 66 stan dari DPMD kabupaten/kota se-Jawa Timur serta partisipasi DPMD Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain itu, turut dilibatkan sejumlah perguruan tinggi yang mendampingi program pengembangan kapasitas desa, khususnya di sektor pangan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pada kesempatan itu, Khofifah mengungkapkan capaian Jawa Timur di sektor pangan, antara lain surplus 500 ribu sapi potong, 526 ribu kambing, dan 1.717 kerbau.
Di sektor tanaman pangan, produktivitas tebu di Kabupaten Bondowoso tercatat mencapai 20 ton per hektare.
"Sementara komoditas padi tetap menjadi unggulan dengan produktivitas tertinggi secara nasional," ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi distribusi pangan untuk menghindari ketimpangan harga.
"Kerja sama antardaerah itu sangat penting, bahkan antarpasar dalam satu kota pun perlu koordinasi agar distribusi merata dan harga stabil," katanya.
Dia mencontohkan disparitas harga jagung antara Lamongan dan Blitar, serta fluktuasi harga cabai di pasar Surabaya.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan perlunya membangun ekosistem pangan yang produktif melalui sinergi multipihak.
"Membuka ruang pasar masing-masing daerah sangat penting. Kadang produk tertentu dibutuhkan di daerah lain. Maka sinergi antardaerah harus diperkuat untuk membangun ekosistem pangan yang lebih produktif," ujarnya.
Kepala Dinas PMD Jawa Timur Budi Sarwoto mengatakan pakasi menjadi simbol penguatan kemandirian desa yang semakin terarah.
"Inovasi dan kolaborasi terus kami dorong agar desa mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, bahkan memasok ke luar daerah," katanya.
Selain menampilkan produk unggulan desa, Pakasi 2025 juga menyajikan berbagai kegiatan edukatif seperti talkshow, workshop kreatif, pelatihan UMKM, serta layanan perizinan usaha gratis.
Program "Borong Berkah di Panggung" yang digelar setiap sore menghadirkan sembako murah bagi masyarakat sebagai respons atas fluktuasi harga pangan.
Sebelumnya, produk desa Jawa Timur mencatat transaksi senilai Rp1,04 triliun dalam misi dagang di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Hal ini menunjukkan potensi besar produk desa untuk menembus pasar nasional.
Pakasi 2025 diharapkan menjadi wadah strategis dalam mendorong kemandirian pangan, pemberdayaan desa, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026