Jakarta - Pasar tenaga kerja Indonesia formal yang ingin bekerja di luar negeri masih sangat luas seperti untuk tenaga industri, perhotelan dan perminyakan, kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) M Jumhur Hidayat.
"Bagi para tenaga kerja kita yang kebetulan belum mendapat pekerjaan di Indonesia masih banyak peluang lowongan di luar negeri hampir di seluruh negara," kata M Jumhur kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.
Hal tersebut disampaikan usai dirinya mengikuti Rapat Koordinasi Program Penciptaan Lapangan Kerja yang dipimpin Wapres Boediono yang dihadiri Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Menurut Jumhur, sebanyak 116 negara yang ada di luar negeri saat ini masih membuka lowongan kerja bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk berbagai tenaga ahli non pembantu rumah tangga.
Meskipun begitu banyak peluang kerja yang dibutuhkan oleh sejumlah negara, katanya, dirinya mengakui masih sering menemui kesulitan memenuhi lowongan yang ada karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
"Untuk itu kita sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa membantu dan menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kemampuan yang diminta pasar," kata Jumhur.
BNP2TKI, katanya, juga sudah membangun data suplai dengan sejumlah politeknik dan SMK yang bisa saling terhubung untuk dapat merekrut TKI jika ada permintaan tenaga kerja si suatu negara.
Sekalipun demikian, kata Jumhur, jumlah TKI formal yang bekerja di luar negeri terus alami peningkatan yang pada tahun 2011 mencapai 263 ribu orang dan tahun 2012 ditargetkan 300 ribu orang.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.