Madrid (ANTARA/AFP) - Bendera nasional Spanyol berkibar di berbagai tempat, termasuk di sepeda motor, mobil, sementara pendukungnya memenuhi tepi jalan dan Madrid, setelah mereka memenangi turnamen Euro/Piala Eropa 2012, dan sesaat melupakan kriris ekonomi yang melanda negara mereka. Di jalan-jalan, di bus, bahkan di kolah renang pun, anak muda dan orang dewasa mengenakan kaos berwana tim Spanyol, serta membelitkan syal di leher mereka. Aksesori itu banyak dijual di tepi jalan dengan harga sekitar dua euro (2,50 dolar AS). Ribuan orang berkumpul di lapangan besar di depan layar lebar yang dipasang di bagian luar Stadion Barnabeu milik Real Madrid. "Spanyol pasti menang," tutur Ainhoe Fernandez, pemuda berusia 23 tahun yang datang dari kawasan utara Santander, untuk bersama-sama menyaksikan pertandingan mendebarkan antara Italia dan Spanyol. "Italia bermain amat bagus lawan Jerman di semi final, sehingga kami tentu saja khawatir," ujar seorang pendukung berusia 23 tahun, Miriam Velez. "Tapi kami amat yakin pasti dapat memenangi pertandingan itu," ucap wanita pendukung itu. "Tapi, bila kami kalah juga tidak apa-apa. Tidak ada masalah. Kami juara dunia dan kami memiliki gelar luar biasa itu," katanya. Seperti halnya para pendukung lainnya, mereka melukis bendera Spanyol di pipi mereka. Ketika menantikan pertandingan dimulai, dilantunkan nyanyian dari pengeras suara: "No hay dos sin tres" (Anda tidak mendapatkan dua tanpa tiga), diikuti ribuan orang yang berada di lapangan. Spanyol terakhir ini meraih dua medali akbar, Euro 2008 dan Piala dunia 2010. Mereka kini mendapatkan satu lagi pada Minggu malam, juara Euro 2012, sehingga prestasi itu terukit dalam catatan sejarah. "Kami akan memenangi Piala Euro," kata seoang pendukung muda, amat muda, mengenakan topi dan wig berwarna merah kuning, warna tim Spanyol. "Amat penting mendukung tim kami di mana pun, agar mereka di Kiev mengerti bahwa semua orang mendukung dan mengharapkan kemenangan mereka," kata seorang berusia 35 tahun, Israel Gas, bersama puterinya berusia lima tahun. "Ini situasi luar biasa bagi dia," katanya, "Ia akan mengingat hal ini sepanjang hidupnya." "Tiga kosong untuk Spanyol," kata Gas memprediksikan hasil pertandingan. Kenyataannya bahkan lebih, Spanyol menang 4-0. Mereka pesta sebelum dan setelah kemenangan tim mereka, sesaat melupakan krisis ekonomi yang melanda negara.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026