Malang - Anggota DPRD Kota Malang Sutiaji menyatakan, proses dan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di daerah itu harus dievaluasi karena masih banyak pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah.
"Secara umum proses dan sistem PPDB di daerah ini memang harus dievaluasi secara total agar tahun depan tidak lagi banyak keluhan dari masyarakat akibat pelanggaran yang dilakukan sekolah," kata anggota Komisi D DPRD Kota Malang Sutiaji di Malang, Jumat.
Politisi dari PKB tersebut mengakui, PPDB saat ini masih banyak pelanggaran dan Komisi D juga masih melakukan inventarisasi sejumlah pelanggaran yang telah dilaporkan masyarakat termasuk diskriminasi di SDN Sawojajar 1 maupun hasil inspeksi mendadak di sejumlah sekolah.
Pantitia PPDB SDN Sawojajar 1 dilaporkan telah melakukan diskriminasi terhadap salah seorang calon siswa, yakni Keyla. Keyla dicoret dari daftar calon siswa baru di SDN Sawojajar 1 karena ayahnya, Kifli Ismunandar adalah seorang tuna netra dan tergolong tidak mampu.
Sementara Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Malang menilai, ada hal yang tidak beres dalam sistem PPDB di Malang, sebab banyak keluhan yang disampaikan oleh para wali murid di Pos Pengaduan yang didirikan oleh KMPP.
"Selama proses PPDB ini sudah lebih dari seratus pengaduan yang masuk ke KMPP dan kasus terbaru adalah dicoretnya Keyla di SDN Sawojajar 1 tanpa alasan yang jelas. Tidak diterimanya Keyla kemungkinan karena ayahnya adalah penyandang tuna netra," kata juru bicara KMPP, Didit Sholeh.
Menurut dia, kasus yang dialami oleh Keyla merupakan salah satu dari bentuk pelanggaran hak asai manusia yang dilakukan sekolah. Sebelum dicoret, Keyla ditanya soal pekerjaan ayahnya dan kemudian diketahui jika ayah Keyla seorang tuna netra.
Jika hal itu terjadi, tegasnya, maka pihak sekolah harus ditindak tegas dan diberi peringatan. "Kami akan melakukan advokasi terkait kasus ini dan Disdik juga harus turun tangan," tegasnya.
Proses PPDB untuk jalur "online" baik di SMP maupun SMA akan berakhir Sabtu (30/6), yakni daftar ulang hari terakhir. Sedangkan jalur mandiri masih akan membuka pendaftaran mulai Sabtu (30/6) dan pelaksanaan tes tanggal 3 Juli 2012. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.