Surabaya - Salah satu komunitas motor gede "City Riders Squadron" (CRS) Harley Davidson menjamin tetap santun di jalan ketika berkendara. "Kami menjamin komunitas Moge santun di jalan. Kami tidak ingin stigma masyarakat tentang moge selalu negatif," ujar Ketua "CRS" Indonesia Teguh Santoso kepada wartawan di Surabaya, Rabu. Salah satu bentuk citra positif yang dilakukan komunitas moge ini adalah dengan menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah di Lamongan pada Minggu (24/6). Sekitar 500 sembako dibagikan kepada penghuni panti asuhan itu. "Kebetulan bakti sosial digelar bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 POM Angkatan Darat. Kami ingin berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung," kata Teguh. Koordinator Seksi Baksos CRS, Hary Hong menjelaskan, dalam peringatan bakti sosial tersebut pihaknya bersama puluhan anggota dan pimpinan POM Angkatan Darat melakukan perjalanan dari Surabaya ke Lamongan. "Kami mengendari 25 moge, dan empat moge milik POM Angkatan Darat serta mobil pengawalan. Selama perjalanan kami juga ingin membuktikan bahwa komunitas Moge tidak selamanya sembarangan di jalan," ujarnya. Nantinya, program seperti ini akan digelar rutin selama tiga bulan sekali dengan lokasi bakti sosial yang berbeda-beda. Pihaknya yakin program itu akan terwujud, apalagi saat ini 40 anggota anggota CRS sangat mendukung kegiatan sosial. Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapat dukungan dari dealer resmi Harley Davidson di Indonesia yaitu Mabua, organisasi Harley Davidson Internasional HOG, serta Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Hary mengungkapkan, stigma masyarakat tentang komunitas moge memang sangat perlu diluruskan. Ia tidak ingin melihat oknum-oknum yang mengatasnamakan dan membawa bendera moge berlaku tidak santun di jalan. "Kalau suara yang keras kami tidak bisa berbuat banyak karena kapasitas cc sepeda motor mencapai 1.500 cc ke atas, sehingga suaranya sangat keras. Mohon maaf kalau pengguna jalan merasa terganggu," papar dia. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026