Sumenep - Aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep, Kamis, mendatangi anggota DPRD setempat guna meminta tanda tangan sebagai bentuk dukungan atas gerakan mereka menolak eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. "Kedatangan kami menemui anggota DPRD Sumenep untuk meminta tanda tangan itu, merupakan tindak lanjut atas gerakan yang kami lakukan sejak pekan lalu," kata aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Araful Firaq di Sumenep. Sejak pekan lalu, aktivis FKMS sedikitnya tiga kali berdemonstrasi, guna menolak eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah tersebut. "Melalui aksi pada Rabu (20/6), kami memang meminta anggota DPRD Sumenep mendukung gerakan kami guna menolak eksplorasi dan eksploitasi migas. Caranya, kami minta anggota DPRD menandatangani surat pernyataan penolakan eksplorasi dan eksploitasi migas," ujarnya. Pada Rabu, kata dia, sebanyak 19 anggota DPRD Sumenep bersedia menandatangani surat pernyataan penolakan eksplorasi dan eksploitasi migas. "Sementara pada Kamis ini, ada tiga anggota DPRD lainnya yang bersedia menandatangani surat pernyataan yang kami buat. Secara keseluruhan hingga sekarang ada 22 anggota DPRD yang bertandatangan," ucapnya. Araful juga berharap anggota DPRD Sumenep tidak mempolitisasi gerakan yang dilakukan FKMS guna mengeruk keuntungan pribadi atau kelompoknya. "Kami menolak eksplorasi dan eksploitasi migas di Sumenep, karena selama ini kegiatan tersebut tidak membawa manfaat lebih kepada warga. Kami minta anggota DPRD yang setuju dan sepaham dengan gerakan kami, bersikap konsekuen," katanya. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026