Jember - Perekaman data kartu tanda penduduk secara elektronik (E-KTP) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencapai 662.986 orang atau sekitar 37 persen dari kuota penduduk wajib KTP di kabupaten setempat sebanyak 1.787.573 jiwa. Kepala Seksi Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Habib Salim, Senin, mengatakan seluruh petugas operator dan staf kecamatan berlomba-lomba untuk menuntaskan perekaman KTP elektronik secepatnya. "Seluruh pihak berperan aktif untuk menyukseskan program nasional tersebut, sehingga jumlah data perekaman KTP selama 2 bulan di Jember sudah mencapai lebih dari 600 ribu jiwa," tuturnya. Perekaman data KTP elektronik dilakukan secara serentak di 31 kecamatan di Jember sejak 23 April 2012 dan proses perekaman tersebut dilaksanakan setiap hari, bahkan perekaman data warga dilakukan pada hari libur hingga malam hari. Menurut Habib, jumlah perekaman KTP elektronik terbanyak ada di Kecamatan Bangsalsari yang mencapai 37.676 jiwa atau sekitar 43 persen dari jumlah penduduk di warga kecamatan setempat, kemudian Kecamatan Wuluhan sebanyak 35.455 jiwa (40 persen), dan Kecamatan Kaliwates sebanyak 33.756 jiwa (41 persen). "Kalau dilihat dari presentase pencapaian perekaman KTP elektronik, Kecamatan Semboro yang tertinggi karena sudah mencapai sebanyak 29.117 jiwa atau sekitar 83 persen dari jumlah penduduk wajib KTP di kecamatan setempat," paparnya. Ia menjelaskan beberapa desa/kelurahan di Jember sempat masuk ranking tertinggi tingkat nasional dalam perekaman data KTP elektronik terbanyak antara lain Desa Sidomulyo-Kecamatan Semboro, Desa Gumelar-Kecamatan Balung, Desa Gugut-Kecamatan Rambipuji, dan Kelurahan Karangrejo-Kecamatan Sumbersari. Kepala Dispendukcapil Jember, Isman Sutomo, mengatakan partisipasi masyarakat sangat luar biasa untuk melakukan perekaman KTP di kantor kecamatan. "Mudah-mudahan proses perekaman KTP elektronik di Jember bisa tuntas sebelum akhir tahun ini, sehingga kartu tanda identitas itu bisa dibagikan kepada seluruh warga sebelum tahun 2013 mendatang," tuturnya. Ia mengaku bersyukur dengan antusias warga yang berbondong-bondong menuju ke kantor kecamatan untuk proses perekaman KTP elektronik, bahkan mereka rela datang malam hari di kantor kecamatan setempat. "Dispendukcapil juga mendapat bantuan alat perekaman percepatan berupa 17 unit komputer berjalan dan alat itu digunakan untuk melakukan perekaman E-KTP di lembaga pemasyarakatan, rumah sakit dan warga yang ada di pelosok desa," katanya menambahkan.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026