Gresik - Stok daging di Kabupaten Gresik, aman hingga lebaran, bahkan hingga akhir tahun dipastikan tidak ada kekurangan, kata Plt Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Gresik, Sentot Supriyohadi, Kamis.
Menurut Sentot, amannya stok daging hingga akhir tahun karena angka populasi ternak di Kabupaten Gresik mencapai sekitar lima ribuan ekor sapi potong serta ratusan sapi perah dan kerbau.
Angka populasi ternak di wilayah Kabupaten Gresik terjadi peningkatan dibanding tahun lalu, meski dirinya tidak bisa menyebut secara rinci nominal peninngkatannya.
"Pastinya populasi ternak di Kabupaten Gresik ada peningkatan cukup menggembirakan dibanding dengan tahun lalu," katanya.
Sementara dengan adanya peningkatan itu, Sentot mengaku optimistis mampu berkontribusi menyukseskan program swasembada daging nasional yang dicanangkan pemerintah pusat pada tahun 2014.
"Tingkat populasi ternak telah melampaui estimasi sebelumnya, ini karena faktor adanya dukungan pelatihan bagi pemilik ternak dan musimnya juga mendukung, sehingga peternak tidak kesulitan menyediakan pakan," katanya.
Ia mengatakan, sejumlah peternak mengaku senang saat ini, sebab dilindungi dengan adanya kebijakan Pemprov Jatim yang melarang beredarnya daging impor di Jatim.
"Adanya larangan ini setidaknya membuat harga daging lokal relatif stabil, sebab anjloknya harga daging selama ini akibat banyaknya daging impor dengan harga rendah di pasaran," ujarnya.
Selain itu, adanya kebijakan larangan pemotongan sapi betina produktif juga telah diterapkan dengan baik di sejumlah rumah potong hewan (RPH) Kabupaten Gresik.
"Kita memang tekankan kepada pemilik RPH untuk melaksanakan ketentuan itu, sebab hal itu didasarkan pada UU 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan," katanya.(*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.