Jember - Wakil Ketua DPRD Jember, Miftahul Ulum, mengatakan dana jaminan kesehatan daerah (jamkesda) bagi warga miskin di Kabupaten Jember sudah habis. "Dana Jamkesda benar-benar sudah habis pada bulan Juni ini karena kami banyak mendapat laporan dari warga yang tidak bisa berobat gratis di sejumlah rumah sakit daerah (RSD) milik Pemkab Jember," tuturnya di sela-sela rapat DPRD Jember, Selasa. Menurut dia, banyak warga miskin yang tidak terdata dalam jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang menggunakan dana APBN, sehingga mereka harus menggunakan dana jamkesda dari APBD Jember. "Alokasi anggaran jamkesda dalam APBD Jember tahun 2012 sebesar Rp6,3 miliar dan sebagian besar sudah terserap untuk pelayanan pasien miskin di tiga RSD yakni RSD dr Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat," paparnya. Untuk itu, lanjut dia, DPRD Jember akan berkoordinasi dengan Ketua Tim Anggaran Pemkab Jember yang juga Sekretaris Kabupaten Sugiarto untuk mencari solusi atas habisnya dana jamkesda tersebut. "Saya mengusulkan pasien miskin dilayani dulu dengan jaminan ada anggaran jamkesda pada perubahan APBD. Namun kami bicarakan lebih dulu, apakah boleh menggunakan cara seperti itu karena anggota dewan tidak ingin menabrak aturan," katanya menjelaskan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa pemkab dan DPRD harus mencari solusi secepatnya atas persoalan habisnya dana jamkesda karena banyak warga miskin yang kebingungan untuk berobat gratis akibat tidak memiliki biaya. "Belum lagi, warga miskin pengguna jamkesda harus mengeluarkan biaya transportasi untuk menuju ke rumah sakit. Persoalan ini harus segera diatasi, agar warga miskin tetap bisa berobat gratis," ujarnya menambahkan. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jember, Bambang Suwartono, mengajukan tambahan dana jamkesda sebesar Rp7 miliar kepada DPRD Jember, namun belum bisa disetujui karena belum ada pembahasan perubahan APBD 2012. "Sebagian besar dana jamkesda terserap di RSD dr Soebandi Jember karena pasien yang berkunjung ke sana cukup banyak dibandingkan RSD Kalisat dan RSD Balung. Rata-rata per bulan dana jamkesda yang terpakai di RSD Soebandi mencapai Rp1 miliar lebih," katanya. Ia berharap DPRD Jember menyetujui penambahan alokasi dana jamkesda tersebut, sehingga pasien miskin yang sakit bisa mendapatkan pelayanan gratis di tiga RSD kabupaten setempat.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026