Jember - Universitas Jember (Unej) melibatkan sebanyak 1.027 pengawas seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) untuk mengantisipasi perjokian pada saat ujian tulis SNMPTN yang akan digelar di kampus setempat, Selasa (12/6).
"Para pengawas sudah diberikan arahan, agar mengawasi peserta SNMPTN sesuai dengan prosedur yang ditetapkan," kata Ketua Pelaksana Ujian SNMPTN Unej, Khairus Salikin, di Jember, Senin.
Menurut dia, panitia sudah memberikan pengarahan kepada seluruh pengawas ujian SNMPTN, agar waspada terhadap kasus perjokian yang sering terjadi pada ujian SNMPTN di berbagai daerah.
"Para pengawas harus melakukan pemantauan terhadap peserta yang mengikuti ujian SNMPTN Unej dengan ketat, sehingga diharapkan aman dari praktik perjokian," katanya.
Pendaftar SNMPTN Unej jalur ujian tulis tahun ini mencapai 9.470 peserta yang terdiri dari kelompok IPA sebanyak 3.680 peserta, IPS sebanyak 3.134 peserta, dan IPC sebanyak 2.656 peserta.
Khairus menjelaskan pengawas ujian tulis SNMPTN tidak hanya berasal dari dosen dan karyawan Unej, namun sejumlah guru yang sekolahnya digunakan untuk tes tulis SNMPTN juga dilibatkan menjadi pengawas.
"Kami juga melibatkan sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi swasta sebagai pengawas karena kampus mereka juga digunakan untuk tes tulis SNMPTN Unej," katanya.
Ia mengatakan panitia lokal SNMPTN Unej terpaksa menggunakan ruangan di sejumlah perguruan tinggi swasta dan beberapa sekolah yang berada di kawasan kampus untuk ujian tulis SNMPTN karena ruangan di kampus Unej tidak mencukupi.
"Ujian tulis SNMPTN Unej tersebar di 40 lokasi dengan 320 ruangan yang berada di kampus Unej, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, STIE Mandala, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper), SMA Muhammadiyah 3, SMK Trunojoyo, SMP Negeri 3, dan SMA Pahlawan," ujarnya menambahkan.
Sementara Kepala Humas dan Protokol Unej, Rokhani, mengatakan kuota SNMPTN jalur ujian tulis Unej tahun ini sebanyak 2.463 siswa, sedangkan peserta yang lolos seleksi SNMPTN jalur undangan sebanyak 1.229 siswa dan 400 peserta di antaranya penerima program Bidik Misi untuk mahasiswa miskin.(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.