Malang - Manajemen dua Arema Indonesia, baik yang berlaga di ajang Liga Primer Indonesia maupun Liga Super Indonesia sama-sama berkeinginan jika tahun depan hanya ada satu Arema Indonesia. Wakil PT Ancora yang menaungi Arema Indonesia yang vberlaga di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) Fanda Soesilo, Senin, menegaskan, kompetisi musim depan, Arema harus bersatu dan hanya ada satu Arema. "Saat ini kami memang belum ada pembicaraan dengan manajemen Arema Liga Super Indonesia (LSI), namun kalau mengacu pada rekonsiliasi PSSI dan KPSI, otomatis tahun depan hanya akan ada satu kompetisi dan klub-klub yang mengalami dualisme harus bersatu, termasuk Arema," tegasnya. Ia mengakui, untuk menyatukan dua klub dengan nama yang sama dan berkompetisi di ajang yang berbeda memang tidak mudah. Harus ada banyak pembicaraan terkait pembagian porsi antara manajemen dengan direksi serta banyak langkah yang harus menjadi pertimbangan matang agar tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari. "Yang pasti manajemen Arema LPI mendukung bersatunya kembali Arema Indonesia untuk menjalani kompetisi musim depan," tegasnya. Sementara "Media Officer" Arema LSI Sudarmaji juga menyatakan, pihaknya tidak menutup pintu terhadap rekonsiliasi Arema. Namun, harus ada pembicaraan yang mengedepankan perjalanan fakta, legitimasi serta rasa memiliki terhadap Arema, dan itu yang harus dibangun bersama-sama. "Kami pun berharap musim depan juga hanya ada satu Arema seperti yang diharapkan oleh banyak pihak. Akan tetapi, untuk mewujudkannya kan harus tetap ada proses yang dilalui oleh kedua Arema, sehingga ke depan Arema bisa lebih kuat," tegasnya. Pada musim kompetisi 2011-2012, Arema Indonesia terpecah menjadi dua, bahkan ketika kompetisi sedang bergulir pada putaran pertama terpecah menjadi tiga, yakni Arema yang berlaga di ajang LSI dan LPI. Namun, di tengah kompetisi Arema LPI terbelah menjadi dua, yakni kubu Lucky Acub Zaenal dan kubu M Nur yang dinaungi oleh PT Ancora. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026