Malang - Sebanyak 2.500 ekor unggas di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, segera divaksin guna mengantisipasi penyakir flu burung di daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian Kota Malang Ninek Suryantini, Minggu, mengemukakan, unggas yang akan divaksin tersebut adalah yang diternak warga dan lokasinya berhimpinan dengan kawasan perkampungan.
"Pekan depan kami akan melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap warga yang memelihara unggas dan lokasinya berada di perkampungan, sebab rata-rata unggas mereka belum divaksinasi," ujarnya.
Untuk ternak unggas dalam skala besar, katanya, biasanya diternak jauh dari pemukiman penduduk (perkampungan) dan rata-rata pemiliknya sudah melakukan vaksinasi, karena mereka sudah lebih paham terkait vaksinasi itu demi daya tahan unggas.
Hanya saja, lanjutnya, unggas yang divaksin tersebut jumlahnya tidak banyak, karena vaksin yang tersedia hanya sekitar 600 dosis dan setiap satu dosis hanya untuk empat ekor, sehingga jumlah keseluruhan yang divaksin tidak lebih dari 2.500 ekor.
Ia mengakui, jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah ternak yang ada di daerah itu. "Jumlah vaksin yang ada ini tidak akan mampu mengkover seluruh unggas yang ada karena jumlahnya mencapai puluhan ribu," tegasnya.
Namun demikian, kata Niniek, pihaknya akan berupaya minta bantuan (tambahan) vaksin ke Pemprov Jatim. Minimal untuk mengkover ternak unggas yang lokasinya berdekatan dengan perkampungan, sehingga masyarakat sekitarnya juga aman.
Meski dalam beberapa tahun terakhir ini tidak sampai terjadi kasus penyakit flu burung di Kota Malang, katanya, pihaknya tetap melakukan vaksinasi terhadap unggas milik warga sebagai antisipasi agar penyakit tersebut tidak sampai muncul.
"Kami berharap vaksinasi terhadap unggas ini mampu memberikan rasa aman terhadap warga maupun ternak itu sendiri, sehingga tidak sampai muncul kasus flu burung di daerah ini," tegasnya.(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.