Malang - Para pemain Persema akhirnya membatalkan rencana mogok bertanding dan mereka tetap berangkat ke Medan untuk meladeni PSMS, Sabtu (9/6).
Manajer Persema Asmuri, Kamis, mengatakan, meski sampai sekarang hak-hak pemain masih belum dipenuhi oleh manajemen karena dana dari konsorsium belum turun, anak asuh Slave Radovski tersebut sudah bertolak ke Medan.
"Pemain tetap berkomitmen tetap turun dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang dijamu PSMS. Tadi pagi sudah berangkat ke Medan dengan kekuatan 18 orang pemain," tegasnya.
Sebelumnya para pemain mengancam manajemen akan mogok bertanding jika sampai, Kamis (7/6) hak-haknya berupa gaji selama tiga bulan dan bonus kemenangan tidak dipenuhi manajemen. Mereka mengancam tidak akan berangkat ke Medan meladeni PSMS.
Namun demikian, bukan berarti ancaman mogok tersebut berhenti begitu saja. Pemain memberikan toleransi waktu hingga, Jumat (15/6), namun jika sampai pada batas waktu tersebut tidak ada itikad baik dari manajemen, maka pemain akan mengambil tindakan.
Sementara CEO Persema Didied Poernawan Affandi mengaku, pihaknya sangat menghargai sikap para pemain yang tetap profesional, meski hak-hak mereka masih belum dipenuhi oleh manajemen.
Didied berjanji, pekan depan hak-hak pemain akan dibayarkan, namun tidak seluruhnya (Maret, April, Mei). "Kami juga belum tahu berapa gaji pemain yang akan dibayarkan pekan depan, sebab ini adalah wewenang konsorsium," ujarnya.
Sebelumnya manajemen Persema telah melakukan pertemuan dengan konsorsium dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang menaungi kompetisi LPI. Namun, konsorsium masih belum bisa memenuhi tuntutan pemain agar gaji mereka dibayarkan pada Kamis (7/6).
Sementara itu 18 pemain yang diboypng ke Medan itu di antaranya adalah Bima Sakti, Ngon Mamoun, Emile Betrand Mbamba, M Kamri, Kasan Soleh, Sukasto Effendi, Reza Mustofa, Leonard Tumpamahu, Dio Permana, dodit Fitrio, Tomi Pranata, Nehemia Rumathkeuw,dan Kim Jefry Kurniawan.(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.