Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito menyarankan investor agar tidak panik menghadapi kondisi global yang berimbas pada bursa Indonesia.
"Tidak perlu khawatir. Namun, bila berbicara volatilitas, bursa masih volatile," kata Eddy saat ditemui usai pencatatan saham perdana (listing) PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) di gedung BEI, Jakarta, Kamis.
Eddy mengungkapkan kondisi volatilitas ini dipicu permasalahan di Eropa, antara lain menanti hasil pemilu Yunani serta adanya pemangkasan peringkat utang 16 bank Spanyol.
Kendati demikian, ia optimistis permintaan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) masih tinggi walau BEI kesulitan mendorong perusahaan-perusahaan untuk segera mencatatkan sahamnya di lantai bursa.
"Dalam kondisi ini sulit sekali mem-'push' mereka karena mereka akan lihat pasar dan keuntungan yang diterimanya," tuturnya.
Eddy juga optimistis kepercayaan investor terhadap bursa Indonesia masih tinggi. Hal ini terlihat dari begitu cepatnya pemulihan bursa Indonesia dibandingkan dengan bursa regional lainnya.
"Kita lihat 'recovery' IHSG cukup pesat, jadi confidence terhadap Indonesia tetap tinggi," paparnya.
IHSG pada pembukaan perdagangan Kamis menguat 38,317 poin (0,99 persen) menuju level 3.879,648. Penguatan ini ditopang oleh bursa global dan Asia.
Bursa AS dan Eropa ditutup menguat signifikan lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu (6/6). Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga di level 1 persen dan The Fed menyatakan ekonomi AS masih tumbuh moderat. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.