Kediri - Kesebelasan Persik Kediri, Jawa Timur, menyiapkan skenario guna memenangkan pertandingan melawan Persebaya Surabaya, dan "all out" dalam pertandingan pertama perempat final Piala Indonesia di Stadion Brawijaya, Kediri Kamis (7/6).
Pelatih Persik Kediri Joko Malis, Rabu mengemukakan, sudah menyiapkan beberapa skenario, di antaranya bermain menyerang. Sejumlah pemain sudah disiapkan untuk menjadi tim inti.
"Persebaya adalah klub yang mempunyai materi cukup baik, banyak pemain nasional dan pemain asingnya juga berkualitas. Namun, kami tetap mempunyai strategi dan harus menang di kandang sendiri," ucapnya ditemui dalam latihan di Stadion Brawijaya.
Ia mengaku tidak gentar melawan Persebaya Surabaya, walaupun banyak pemain bintang di klub tersebut. Seluruh pemain bisa diturunkan, dan dipastikan siap menghadapi tim itu.
Joko yang juga mantan pemain Persebaya ini menuturkan, tiga pemain asingnya yaitu Oliver Makor, Anderson Da Silva, dan Almeiro De Souza Valadares siap diturunkan. Hanya saja, untuk Almiro sampai saat ini masih menderita cedera otot paha, hingga harus istirahat sebentar.
Walaupun satu pemain asingnya belum bisa maksimal, Joko menekankan seluruh pemain siap untuk bertanding. Mereka juga sudah menggelar latihan dengan maksimal dan akan berusaha sekuat tenaga memenangkan pertandingan di kandang sendiri.
Ia juga mengaku menyayangkan sikap polisi yang meminta agar pertandingan digelar tanpa penonton. Padahal, dengan pertandingan ini, selain bisa memberikan hiburan pada masyarakat, dukungan para suporter juga dinilai bisa membangkitkan semangat anak asuhnya.
"Kami sayangkan pertandingan digelar tanpa penonton, dan kami juga sayangkan kejadian di Surabaya (pertandingan antara Persebaya melawan Persija di Stadion Gelora 10 November, Surabaya pada Minggu (3/6) yang menimbulkan korban jiwa, red), tapi kami bersyukur pertandingan bisa digelar di Kediri, walaupun tanpa penonton," ucapnya.
Kepolisian Resor Kediri Kota mengizinkan pertandingan antara Persik Kediri dengan Persebaya Surabaya dalam ajang Piala Indonesia di Stadion Brawijaya, Kamis (7/6). Pertandingan itu mundur sehari dari jadwal sebelumnya, Rabu (6/6).
Polisi mengizinkan pertandingan dengan syarat, tidak ada penonton dan tanpa atribut suporter. Hal itu mengantisipasi adanya aksi kericuhan yang kemungkinan terjadi, mengingat dukungan dari suporter kedua tim cukup besar.
Polisi juga menegaskan akan melakukan razia dan meminta para suporter segera meninggalkan Kediri, jika diketahui akan masuk ke kota yang terkenal dengan makanan berupa tahu ini.
Kapolres mengakui, risiko digelarnya pertandingan antara Persik Kediri dengan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya memang cukup besar. Fanatisme dukungan dari masing-masing suporter tentunya sangat besar, hingga mereka pun juga akan rela datang menonton.
"Kami minta semua pihak menjaga kondusif. Tentunya, nanti suporter akan datang ke Kediri pada hari itu. Jadi, kami juga melibatkan koordinator suporter, jika pertandingan tanpa suporter," tukas Kapolres.
Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik Kediri Hanif mengaku bersyukur pertandingan bisa digelar. Namun, pihkanya meminta agar manajemen menyiarkan pertandingan ini di televisi, sehingga para suporter dan masyarakat pun bisa melihat langsung pertandingan.
"Kami menghargai keputusan ini. namun kami harap bisa menonton siaran langsung," kata Hanif.
Sekretaris Persik Kediri Barnadi mengaku tidak mencetak tiket dalam pertandingan ini dan tidak memikirkan masalah untung atau rugi. Beberapa hal seperti sulitnya mencari izin pertandingan maupun risiko adanya dukungan suporter yang berlebihan kepada masing-masing klub.
"Kami sempat kesulitan, namun kami sebagai panpel diminta tetap menyelenggarakan pertandingan. Sekuat tenaga kami lakukan dan akhirnya berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan syukur, walaupun digelar tanpa penonton," ujar Barnadi.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.