Surabaya - Kinerja ekspor tembaga Jawa Timur mulai menghilang dari peringkat 10 besar selama bulan April 2012 karena sejak bulan Maret tahun ini tren ekspornya kian menurun.
"Penyebab hilangnya ekspor tembaga dari 10 besar komoditas penyumbang ekspor juga dipicu adanya permasalah produksi tembaga di Papua," kata Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Irlan Indrocahyo di Surabaya, Jumat.
Apalagi, jelas dia, selama ini tembaga yang diproduksi di Papua selalu diekspor melalui Jatim. Hal tersebut juga diperkirakan ada pengaruhnya dengan kekisruhan yang terjadi di Freeport.
"Dengan menghilangnya tembaga pada kelompok 10 komoditas utama ekspor Jatim, pada bulan April 2012 nilai ekspor Jatim turun 11,75 persen menjadi 1,142 miliar dolar Amerika Serikat dibandingkan bulan Maret lalu," ujarnya.
Padahal, ungkap dia, tembaga adalah komoditas andalan Jatim selama ini. Sementara itu, pada bulan Maret 2012 ekspor tembaga turun 35,55 persen.
"Kalau pada bulan Februari 2012 ekspor tembaga mencapai 199,129 juta dolar AS maka Maret 2012 menjadi 128,330 juta dolar AS," katanya.
Penurunan selama bulan Maret 2012, tambah dia, sangat terasa bagi perekonomian Jatim karena kontribusi komoditas tersebut terbesar atau menyumbang 13,83 persen dari total komoditas yang diekspor oleh provinsi ini.
"Di sisi lain, pada bulan April 2012 ekspor nonmigas Jatim tercatat sebesar 1,130 miliar dolar AS atau turun 2,63 persen dibandingkan Maret lalu," katanya.
Ia menyebutkan, ekspor nonmigas Jatim April 2012 didominasi oleh lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai 125,47 juta dolar AS, diikuti bahan kimia organik 94,36 juta dolar AS, kertas/karbon 91,10 juta dolar AS, kayu dan barang dari kayu 78,02 juta dolar AS, serta ikan dan udang 68,70 juta dolar AS.
"Sesuai negara tujuan, ekspor nonmigas Jatim selama April 2012 terutama ke Jepang senilai 196,24 juta dolar AS, Amerika Serikat 143,24 juta dolar AS, China 130,96 juta dolar AS, Malaysia 77,56 juta dolar AS, Singapura 63,32 juta dolar AS," katanya.
Kontribusi kelima negara itu, lanjut dia, mencapai 54,06 persen terhadap total ekspor nonmigas. Di samping itu, ekspor nonmigas Jatim secara kumulatif antara Januari-April 2012 mencapai 4,824 miliar dolar AS. Kinerja itu turun 30,32 persen dibandingkan ekspor nonmigas periode sama tahun 2011.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.