Bogor - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo menjelaskan kepada tim dari Rusia dalam misi evakuasi dan pencarian korban dan puing pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor.
"Di antara yang kita jelaskan adalah tidak memungkinkannya pencarian seluruh puing-puing pesawat yang jatuh dilakukan, dan mereka akhirnya bisa memahaminya," katanya di Posko evakuasi Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Ia juga menjelaskan bahwa tim SAR Rusia sebanyak 12 orang pada pukul 08.00 WIB juga telah dievakuasi dari Gunung Salak, untuk kemudian diterbangkan dengan empat pesawat helikopter menuju Jakarta.
Tim SAR Rusia tersebut telah mengakhiri misinya di Gunung Salak.
Menurut dia, meski tim SAR telah mengakhiri misi pencarian korban di Gunung Salak, namun tim non-SAR ada yang masih berada di lokasi bersama tim gabungan dari Indonesia.
Daryatmo menjelaskan, semula pihak Rusia masih berniat membawa semua puing-puing pesawat yang jatuh pada Rabu (9/5) itu semuanya, namun pihaknya memberikan pengertian bahwa hal itu tidak memungkinkan.
"Kami sampaikan pemahaman bahwa dalam operasi lanjutan pada hari kesembilan pada Rabu (16/5), setelah selama tujuh hari evakuasi utama dilakukan, petugas sudah dalam tahap menggali-gali tanah untuk mencari puing. Artinya, puing-puing itu tinggal sedikit," tuturnya.
Jadi, kata dia, dalam operasi lanjutan evakuasi fokus dati tim SAR gabungan adalah melakukan "penyapuan" puing-puing yang tersisa semaksimal mungkin.
Ditentukan Jumat
Ia juga mengemukakan bahwa keputusan apakah operasi lanjutan evakuasi tersebut diteruskan atau tidak, baru akan diputuskan dalam rapat koordinasi pada hari Jumat (18/5).
"Jadi, keputusan (operasi dilanjutkan atau diakhiri) tergantung hasil rapat besok (Jumat, 18/5) siang," ucapnya, menegaskan.
Pertimbangan berlanjut atau berakhir, menurut dia, karena barang bukti yang dievakuasi semakin sedikit, sehingga diperlukan evaluasi bersama semua pihak untuk kepentingan dimaksud.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.