Banyuwangi - Status Gunung Ijen dengan ketinggian 2.386 meter dari permukaan laut yang terletak di perbatasan Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi, Jawa Timur, turun dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, di Banyuwangi, Senin, mengatakan penurunan status tersebut karena aktivitas kegempaan menurun yang diikuti oleh temperatur air kawah Ijen selama sebulan terakhir.
"Temperatur air kawah Ijen menurun dari 46 menjadi 38 derajat celcius dan dalam sebulan terakhir kondisinya stabil, sehingga statusnya diturunkan menjadi waspada," tuturnya.
PVMBG menetapkan status Gunung Ijen turun dari Siaga menjadi Waspada sejak Minggu (13/5) pukul 20.00 WIB berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta analisis data pos pengamatan gunung api (PPGA) Ijen di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.
Menurut Hendra, masyarakat baik penambang maupun wisatawan tidak boleh mendekati kawah yang berada di puncak Ijen dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif dan kawasan itu harus steril dari aktivitas warga.
"Kawah Ijen masih berpotensi mengeluarkan gas beracun, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 1 km seiring dengan status Waspada Gunung Ijen," katanya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau Kawah Ijen diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya aktivitas Ijen secara tiba-tiba yang menyebabkan meluapnya air danau Kawah Ijen.
"Saya imbau warga di sekitar Gunung Ijen tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung api tersebut karena PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten setempat," ujarnya menambahkan.
Data yang dirilis dalam situs PVMBG menyebutkan data kegempaan meliputi gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal dan tremor vulkanik sejak awal April hingga 13 Mei 2012 secara berangsur-angsur mengalami penurunan jumlah dan energi gempa.
Dari hasil analisis data deformasi menunjukkan adanya fluktuasi deformasi yang dipengaruhi oleh variasi harian, bukan akibat deformasi Gunung Ijen dan pemantauan temperatur air danau kawah Ijen pada kedalaman 5 meter dalam dua bulan terakhir menunjukkan adanya penurunan sekitar 8 derajat celcius dari 46 menjadi 38 derajat celcius (volume air danau kawah Ijen sekitar 30 juta meter kubik).(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.