Surabaya - Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menargetkan sekitar 2.000 wartawan se-Indonesia bisa mengikuti uji kompetisi wartawan (UKW) selama 2012. "Sejak PWI ditetapkan sebagai lembaga penguji UKW pada juli 2011, PWI terus mengadakan UKW di beberapa daerah," kata Ketua Bidang Litbang Pengurus Pusat PWI Widodo Asmowiyoto saat membuka UKW yang digelar PWI Jatim di kantor Kadin Jatim, Surabaya, Kamis. Menurut dia, hingga saat ini sudah ada sekitar 974 wartawan yang telah mengikuti UKW yang digelar PWI. "Kami menargetkan pada 2012 ini ada sekitar 2.000 wartawan yang ikut UKW," katanya. Meski demikian, lanjut dia, PWI masih kekurangan penguji UKW karena hingga saat ini baru ada 20 penguji. "Ini sangat kurang. Makanya dari UKW ini, nanti ada tiga orang yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan penguji," ujarnya. Adapun pelaksanaan UKW yang akan digelar PWI pada Mei mendatang, kata dia, adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kepulauan Riau (Kepri). Sementara itu, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir mengatakan UKW kali ini merupakan yang pertama kali digelar oleh PWI Jatim. "Tujuan UKW ini adalah menciptakan profesionalisme wartawan," kata Akhmad Munir yang juga Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jatim saat memberikan sambutan. Menurut dia, 60 peserta UKW tersebut terdiri dari para pimpinan redaksi, redaktur dan wartawan dari berbagai media baik cetak, televisi, radio dan "online". Saat ini, lanjut dia, PWI Jatim menargetkan akan melakukan UKW di sejumlah daerah di Jatim. Namun demikian, kata dia, PWI Jatim akan minta kepada PWI Pusat dan Dewan Pers agar bisa bisa menggelar UKW sendiri. "Ini dilakukan agar pemerataan penguji UKW bisa menyebar di daerah," ujarnya. Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim Rusdi Amral menambahkan bahwa semangat dari UKW kali ini bukan sekedar mendapatkan sertifikasi, melainkan wartawan dituntut lebih kompeten di bidangnya. "Angkatan pertama akan menyebarkan semangat, sehingga komplain di masyarakat bisa diminimalisir. Tampa kompetensi semua itu tidak akan terwujud. Wartawan harus menjadi profesional," katanya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026