PBB - Dewan Keamanan PBB, Senin, mengutuk keras Korea Utara atas peluncuran roket satelit baru-baru ini -- yang dilakukan Korut dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran mendiang pemimpin negara, Kim Il-sung. Dewan yang bulan ini dipimpin oleh Amerika Serikat itu juga mengancam bahwa Korut akan menerima konsekuensi jika di masa depan kembali melakukan peluncuran roket. Kecaman tersebut tercantum dalam Pernyataan Presiden DK-PBB yang dikeluarkan pada Senin, setelah sebelumnya 15 negara anggota DK-PBB melakukan sidang di Markas Besar PBB, New York, untuk membahas masalah Korea Utara. Dalam pernyataannya, DK-PBB mengutuk keras peluncuran satelit oleh Korut pada Jumat pekan lalu (13/4), yang tetap dianggap melanggar resolusi DK-PBB. "Dewan Keamanan menggarisbawahi bahwa peluncuran satelit ataupun peluncuran yang menggunakan teknologi peluru kendali balistik, walaupun digolongkan sebagai peluncuran satelit atau alat peluncur ke angkasa, adalah pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan 1718 (2006) dan 1874 (2009)," kata pernyataan itu. Menurut Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Susan Rice, pernyataan Presiden Dewan Keamanan itu juga mengatur sanksi baru bagi Korut. Dewan, ujar Susan Rice, memberikan arahan kepada Komite Sanksi Korea Utara untuk menetapkan pembekuan aset terhadap pihak-pihak Korut, termasuk perusahaan, serta melarang pengalihan teknologi berbau proliferasi dari dan ke negara itu. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026