Surabaya (ANTARA) - Misi dagang dan investasi Jawa Timur dengan Kalimantan Utara yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Tarakan, Selasa mencatatkan transaksi senilai Rp2,5 triliun.
“Semangat utama Misi Dagang Jawa Timur dan Kalimantan Utara adalah membersamai, menguatkan, meluaskan, dan mengembangkan seluruh sektor potensial yang dimiliki kedua daerah,” ujarnya dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur.
Misi dagang tersebut mencatat transaksi final Rp2.507.940.886.000. Nilai itu terdiri atas penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Utara Rp1.644.652.687.600 dan pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Utara Rp863.288.184.400.
Khofifah mengatakan capaian transaksi tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam satu forum pertemuan.
Misi Dagang yang telah digelar tujuh kali sepanjang 2026 itu harus menjadi pintu masuk memperluas pasar, memperkuat mata rantai pasok, membuka investasi, dan membangun kemitraan bisnis berkelanjutan.
“Kebersamaan ini akan menjadi penguat dari seluruh sektor tidak hanya ekonomi maupun perdagangan. Penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif kita ikhtiarkan bersama, tidak ada sukses sendirian, makin banyak kolega, kolaborasi, sinergi, kesuksesan akan bisa kita raih,” katanya.
Ia mendorong penguatan konektivitas organisasi dunia usaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di kedua provinsi.
“Contohnya antara Kadin Jatim dengan Kadin Kaltara, Iwapi Jawa Timur dan Iwapi Kaltara, Hipmi Jawa Timur dan Hipmi Kaltara, sinergi dan kolaborasi di antara mereka akan menguatkan baik dari sisi penguatan pasar maupun sisi kualitas sumberdaya manusianya,” katanya.
Khofifah juga menyoroti potensi sarang burung walet Kalimantan Utara yang dinilai belum banyak terkoneksi dengan pasar Jawa Timur dan jaringan ekspor.
“Apa yang menjadi kekuatan belum semua tereksplor. Pak Ketua DPRD Kaltara menyampaikan, untuk sarang burung walet Kaltara ini gudangnya. Tapi saya belum lihat ada transaksi sarang burung walet. Setelah misi dagang potensi tersebut bisa digali dan dikoneksikan ,” katanya.
Menurut Khofifah, jejaring perdagangan Jawa Timur di Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar komoditas tersebut.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi pelaksanaan misi dagang sebagai momentum mempererat kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan usaha.
“Misi Dagang sangat strategis dan penting, tidak hanya berhenti sebagai pertemuan transaksi sesaat, tapi ini langkah nyata perluasan investasi dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan. Ini hal yang luar biasa, kita terus laksanakan untuk kemajuan dua provinsi,” katanya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.