Sumenep - Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjamin naskah soal ujian nasional sekolah menengah atas dan sederajat, tidak akan bocor. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, A Masuni, Jumat, menjelaskan, salah satu hal yang diwaspadai dalam setiap pelaksanaan ujian nasional (UN) adalah kemungkinan adanya kebocoran naskah soal. "Untuk menghindari hal tersebut, kami minta polisi untuk benar-benar mengawal dan mengawasi distribusi naskah soal UN guna memastikan naskah soal tersebut tidak bocor. Secara kelembagaan, kami optimistis naskah soal UN tidak akan bocor," ujarnya di Sumenep. Secara kelembagaan, kata dia, pihaknya mengingatkan staf maupun jajarannya (pengelola dan guru) untuk tidak main-main dalam pelaksanaan tahapan UN. "Setiap kali ada pertemuan dengan pengelola sekolah, kami minta mereka jujur dalam melaksanakan UN. Jangan sampai mereka membocorkan naskah soal UN lebih dulu kepada siswanya yang berarti sama saja mengajari siswanya untuk bertindak tidak jujur," ucapnya. Masuni mengatakan, secara kelembagaan, pihaknya telah meminta polisi untuk bertindak tegas kepada staf maupun jajarannya yang berusaha membocorkan naskah soal UN. "Kalau ada staf atau jajaran kami yang bertindak mencurigakan selama proses distribusi naskah UN, silakan diawasi, dan kalau terbukti membocorkan naskah soal UN, silakan diproses hukum," paparnya. Masuni juga meminta para siswa SMA dan sederajat yang akan menjadi peserta UN, untuk fokus melakukan persiapan guna menghadapi UN. Data di Disdik Sumenep, secara keseluruhan terdapat 57 lembaga penyelenggara UN SMA dan sederajat pada tahun ini, yakni 28 SMA dengan siswa sebanyak 4.041 orang, 27 madrasah aliyah (MA) dengan 4.581 siswa, dan 2 sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan 973 siswa. UN SMA dan sederajat akan dilaksanakan pada 16-19 April 2012. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026