Jakarta -PT Semen Gresik Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk kerja sama memperkuat pasar masing-masing dengan target pertumbuhan 15-20 persen di tengah maraknya pembangunan infrastruktur, terkait Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembanguna Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Dengan kerja sama ini, PT Semen Gresik Tbk mendapat pasar dan PT Wijaya Karya Tbk mendapat sumber bahan baku untuk membuatan beton konstruksi (ready-mix) dan proyek lainnya," kata Dirut PT Semen Gresik Tbk (SGG) Dwi Sutjipto, seusai bersama Dirut PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo, menandatangani nota kesepahamam (MoU) di Jakarta, Kamis. Seiring dengan MoU tersebut, Dwi memerintahkan tim pemasaran Semen Gresik Grup (SGG) yang terdiri dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, di samping PT Semen Gresik sendiri, untuk mengutamakan pasokan ke WIKA yang kebutuhan semennya mencapai dua juta ton/tahun. "Kerja sama ini juga membuat kami memiliki pasar yang sudah pasti, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi SGG sebesar enam juta ton sampai akhir tahun," katanya. Sampai akhir 2011, total kapasitas produksi SGG mencapai 20 juta ton/ tahun. Dwi menargetkan sampai akhir tahun akan bertambah produksi SGG sebesar enam juta ton semen, seiring dengan penyelesaian pembangunan dua pabrik baru di Tuban (Jawa Timur) dan Tonasa, dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar tiga juta ton/tahun. SGG, lanjut dia, juga berencana membangun dua pabrik baru lagi, diantaranya satu di Sumatera Barat, sedangkan satu lagi, pihaknya masih mencari lokasi terdekat dengan pasar semen yang besar. "Kami berharap kerja sama dengan WIKA itu tidak hanya terbatas pada aspek rantai pasokan, tapi juga pengembangan usaha lainnya ke depan, seiring dengan kebutuhan infrastruktur yang besar," ujar Dwi. Untuk itu, SGG-WIKA membentuk tim guna menjajaki kemungkinan kerja sama lain, seperti pendanaan dan kerja sama pengembangan produk. Dwi menargetkan dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur, pendapatan SGG naik di atas 15 persen dan mampu menguasai 44 persen pasar semen di Indonesia. Pada 2011 SGG membukukan pendapatan Rp16,38 triliun naik 14,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp14,34 triliun, dengan laba bersih Rp3,95 triliun atau naik 7,9 persen dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp3,66 triliun. Sementara itu, Dirut WIKA Bintang Perbowo menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 15-20 persen. Ia optimis pelaksaaan MP3EI akan mendongkrak pertumbuhan BUMN di bidang konstruksi tersebut. "Kami menargetkan pada 2012 pendapatan bisa menembus angka Rp9,4 triliun dari sebelumnya Rp7,7 triliun," katanya. Selama ini, kata dia, kebutuhan semen WIKA untuk produksi beton jadi maupun proyek lain yang membutuhkan pengecoran di tempat. Bintang berharap dengan kerja sama tersebut, ada kepastian pasokan semen untuk berbagai proyek yang dikerjakan WIKA. "Sampai Maret, kami sudah mendapat proyek sebesar Rp3 triliun dari target kontrak baru sebesar Rp16 triliun tahun ini," katanya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026