Surabaya - Pertandingan lanjutan Liga Primer Indonesia antara tuan rumah Persebaya 1927 melawan PSMS Medan pada Minggu (8/4) terancam batal karena hingga kini izin keamanan dari kepolisian belum turun. Ketua Panitia Pelaksana Persebaya 1927, Sutrisno, kepada wartawan di Surabaya, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya melakukan negosiasi untuk mendapatkan izin meskipun peluang itu sangat tipis. "Siapa tahu besok menjelang pertandingan ada mukjizat dan kepolisian bersedia memberikan izin pertandingan, seperti pengalaman waktu kami main di Yogyakarta," katanya usai pertemuan teknis dengan perwakilan Persebaya, PSMS, dan perangkat pertandingan. Menurut dia, jika izin tidak keluar sampai Minggu (8/4), pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan selanjutnya kepada Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). "Sebelumnya kami juga sudah lapor ke LPIS soal belum keluarnya izin pertandingan tersebut. Soal bagaimana status laga ini kalau sampai batal, kami serahkan sepenuhnya kepada LPIS," tambah Sutrisno. Polrestabes Surabaya sebenarnya sudah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada panpel Persebaya 1927 pada hari Selasa (3/4) perihal penundaan kegiatan pertandingan sepak bola. Dalam surat yang ditandatangani Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol. Tri Maryanto itu disebutkan bahwa selama bulan April 2012, personel Polrestabes dikonsentrasikan untuk pengamanan rencana aksi massa yang sewaktu-waktu terjadi di Surabaya. Polrestabes Surabaya menyarankan panpel Persebaya untuk menunda pertandingan atau mengalihkan laga ke lokasi lain di luar Surabaya sampai akhir April 2012. "Kami tidak punya rencana untuk mencari stadion alternatif karena waktunya memang sudah mepet. Kami juga mengajukan opsi laga tanpa penonton, tapi belum juga disetujui," ujar Sutrisno. Manajer PSMS Medan, Doli S. Siregar, mengaku kaget dengan tidak keluarnya izin pertandingan dari polisi, padahal situasi keamanan di Surabaya saat ini cukup kondusif. "Kelihatannya Surabaya cukup kondusif, tapi saya tidak tahu kondisi yang sebenarnya. Yang jelas, tim kami siap main meskipun harus main malam atau tanpa penonton," katanya. Ia menambahkan, apabila pertandingan batal digelar, pihaknya menyerahkan keputusan selanjutnya kepada LPIS sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Apakah kami dapat kemenangan WO dengan skor 3-0 atau bagaimana, biar LPIS yang memutuskan karena regulasi sudah mengaturnya," tambahnya.


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026