Jember - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipadati kendaraan roda dua dan roda empat menjelang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Jumat. Sales Representatif SPBU 5468125 di Jalan Ahmad Yani, Taufik, mengatakan antrean premium sudah terjadi selama dua hari terakhir karena masyarakat panik terhadap rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. "Antrean terjadi saat SPBU mulai buka hingga sore hari, namun antrean tidak sampai keluar SPBU karena cepat terlayani dan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tuturnya. Kendati demikian, lanjut dia, antrean yang terjadi saat ini masih belum seberapa jika dibandingkan saat kenaikan harga BBM pada tahun 2008 karena distribusi BBM saat ini berjalan lancar. "Selama distribusi BBM dari Depot Pertamina Tanjungwangi di Kabupaten Banyuwangi menuju ke sejumlah SPBU di Jember tidak terhambat, maka antrean dapat diatasi dengan memberikan pelayanan yang cepat kepada konsumen," paparnya. Taufik menjelaskan konsumsi premium di SPBU Jalan Ahmad Yani mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga 42 ribu liter per hari, padahal konsumsi pada hari normal sebanyak 32 ribu liter per hari. Antrean panjang kendaraan roda dua juga terlihat di SPBU Jalan Mastrip yang berada di kawasan Kampus Universitas Jember. "Sejak tiga hari terakhir memang terjadi antrean yang panjang di sini dan kenaikan konsumsi premium mencapai 50 persen dibandingkan hari normal karena banyak warga yang membeli premium dalam jumlah banyak dibandingkan biasanya," kata pengawas SPBU Jalan Mastrip, Trioso. Pihak SPBU, lanjut dia, akan tetap melayani konsumen selama stok BBM di SPBU tersedia dan pengiriman BBM dari Depot Pertamina Tanjungwangi tidak terhambat. Antrean panjang kendaraan juga terlihat di SPBU Jalan Teuku Umar dan SPBU Gebang, sehingga pembeli harus bersabar untuk mendapatkan premium di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember.(*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026