United Nations - Seorang pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin, mengatakan bahwa lebih dari 8.000 orang tewas dalam tindakan keras pemerintah Suriah terhadap para pengunjuk rasa.
Nassir Abdulaziz al-Nasser, Presiden Majelis Umum PBB, juga mengatakan bahwa 193 anggota majelis siap untuk bertindak atas Suriah jika Dewan Keamanan PBB tetap menemui jalan buntu untuk mengambil tindakan terhadap krisis di negara itu.
"Kondisi di Suriah mengerikan," kata Nasser dalam pidato di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg.
"Lebih dari 8.000 orang telah tewas sejauh ini, termasuk diantaranya banyak wanita dan anak-anak. Pelanggaran hak asasi manusia yang luas dan sistematis telah terjadi," kata diplomat Qatar itu dalam pidatonya, yang teksnya kemudian dirilis oleh kantornya di New York.
Para petinggi PBB sejauh ini menunjukkan bahwa lebih dari 7.500 orang tewas di Suriah pada tahun lalu. Para pengawas hak asasi manusia mengatakan telah ada lebih dari 8.500 korban jiwa.
Rusia dan China telah dua kali menggunakan kekuasaan mereka sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk memveto resolusi dewan di Suriah. Oleh karena sikap yang terbagi itu maka negara-negara Arab mengusulkan resolusi yang mengutuk Presiden Bashar al-Assad melalui Majelis Umum PBB pada bulan Februari.
"Jika Dewan Keamanan tetap menemui jalan buntu, saya dapat meyakinkan anda bahwa Majelis Umum siap mengambil tindakan lebih lanjut, "kata Nasser, yang akan menjabat presiden Majelis Umum hingga September. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.