Malang - Wali Kota Malang Peni Suparto menegaskan, dirinya melarang Arema yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) main di Stadion Gajayana jika dualisme kepengurusan (kepengelolaan) di tubuh tim itu masih berlanjut hingga laga derby Malang melawan Persema. "Kalau konflik kepengurusan (pengelolaan) belum juga tuntas hingga melawan Persema yang akhirnya diundur, saya melarang Arema main di Stadion Gajayana," tegas Peni di Malang, Jumat. Ia mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan laga derby Malang melawan Persema ditunda karena menjadi kewenangan PSSI. Namun, kalau masih terjadi dualisme kepengurusan dan ada dua tim, dirinya sudah sepakat dengan Kapolresta Malang tidak akan mengizinkan pertandingan digelar di Gajayana. Laga derby Arema yang menjamu Persema sedianya digelar 19 Februari, namun akhirnya ditunda hingga 26 Maret mendatang, karena masih adanya konflik di tubuh Arema LPI. Arema yang ditangani Dejan Antonic di bawah naungan PT Ancora dan yang ditangani Milomir Selsija dikelola oleh M Nur yang dimandatkan pada Peni Suparto. Lebih lanjut Peni mengatakan, jika diberikan izin dan kondisi masih seperti sekarang ini (ada dualisme tim dan pengurus), tetap tidak akan aman dan Kota Malang menjadi tidak kondusif. Oleh karena itu, Arema LPI harus disatukan. Dengan bersatunya Arema Indonesia, tegasnya, kondisi keamanan Kota Malang akan tetap terjaga dan kondusif."Saya sudah sepakat dengan Kapolresta, jika masih tetap ada konflik, maka laga Arema tidak boleh digelar di Gajayana," tegasnya. Menyinggung adanya dualisme pelatih dan tim, Peni secara tegas, juga harus digabung. Hanya saja, Peni masih tetap mengakui jika pelatih Arema adalah Milomir Selsija dan pemainnya adalah Noh Alam Shah cs. Akan tetapi, lanjut politisi dari PSIP itu, seperti susah untuk menggabungkan dua tim dan pengelolanya."Jika ingin tetap main di Gajayana, maka syaratnya harus digabung," tegasnya. Pada awal kompetisi 2011-2012, Arema terbelah menjadi dua, yakni yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) di bawah naungan Rendra Kresna dan Arema yang berlaga di LPI di bawah kendali M Nur dan Siti Nurzanah. Namun, di tengah perjalanan Arema LPI yang ditangani Milomir Selsija dan sebagian besar pemainnya masih pemain lama, akhirnya terpecah menjadi dua. Satu Arema LPI dikendalikan M Nur dan Lucky Akub Zaenal yang didampingi Fanda Susilo dari PT Ancora sebagai investor. M Nur yang menaungi Arema LPI dengan pelatih Milomir Selsija akhirnya menyerahkan pengelolaannya pada PT Ancora dan Lucky. Namun, Lucky memilih pelatih baru yakni Dejan Antonic dan beberapa kali pertandingan terakhir juga tim yang dilatih Dejan yang turun. Hanya saja, tidak lama kemudian muncul Peni Suparto yang mengaku diserahi mandat oleh M Nur untuk mengelola Arema dan Peni tetap mempertahankan Milomir Selsija serta Noh Alam Shah cs, sehingga pada saat pertandingan menjamu Bontang FC kedua tim dan pelatih sama-sama datang ke Stadion Gajayana. Karena ada dua tim yang datang, maka laga Arema menjamu Bontang FC dibatalkan dan laga derby Arema menjamu Persema juga ditunda.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026