Malang - Pertandingan antara Tim Arema Indonesia menghadapi saudara sekotanya Persema Malang dalam lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Gajayana, ditunda tanggal 26 Maret, dari jadwal semula tanggal 19 Februari. "Media Officer" Arema Indonesia, Noor Ramadhan, Kamis mengatakan, penundaan itu adalah hasil pengajuan manajemen Arema di bawah naungan Ancora Group kepada "Head Of First Level Competition" PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Hendriyaya. "Kalau mengenai hasil perundingan terkait konflik internal Arema, kami belum tahu. Namun, satu hal bahwa pertandingan antara Arema melawan Persema ditunda tanggal 26 Maret, dan jadwal itu juga masih bisa diubah lagi," katanya. Noor mengaku, alasan penundaan pertandingan adalah belum selesainya konflik internal yang ada di tubuh tim berjuluk "Singo Edan", sebab dalam penyelesaiannya memerlukan pembenahan internal, terutama mengenai penambahan dan pengesahan pemain baru. "Kita sudah ajukan surat penundaan pertandingan, dan telah dibalas oleh "Head Of First Level Competition" PT LPIS, Hendriyaya. Sementara alasan kita, karena manajemen perlu pembenahan internal dan pengesahan pemain baru," katanya. Noor mengatakan, untuk pengesahan pemain baru akan diserahkan sepenuhnya kepada pelatih Antonic Dejan, sehingga memerlukan waktu beberapa hari. Sebelumnya, Arema ditinggal delapan pilar utamanya yang telah mengajukan surat pengunduran diri dari tim kebanggaan masyarakat Malang Raya itu. Delapan pemain itu, masing-masing adalah Noh Alam Shah, Alfarizi, Kurnia Meiga (G), Dendi Santoso, M Ridhuan, Sunarto, Hendro Siswanto serta Esteban. "Legal Formal" PT Arema Indonesia, Susanto, mengatakan, alasan mundurnya delapan pemain itu tidak jelas, sehingga terancam sanksi indisipliner dari manajemen, karena telah mengajukan surat pengunduran diri sebelum kontaknya habis. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026