Sumenep - Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep membina 150 siswa sekolah menengah atas yang berasal dari keluarga miskin menjelang pelaksanaan ujian nasional tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, A Masuni, Rabu menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan salah satu lembaga bimbingan belajar untuk membina 150 siswa itu menjelang pelaksanaan ujian nasional sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
"Siswa SMA yang kami rekrut untuk dibina di lembaga bimbingan belajar yang menjadi mitra kerja kami itu berasal dari keluarga miskin yang berprestasi atau memiliki nilai akademis bagus di sekolahnya, dan punya keinginan untuk terus sekolah (kuliah)," katanya.
Sebanyak 150 siswa SMA yang direkrut untuk mengikuti bimbingan belajar menjelang pelaksanaan ujian nasional itu berasal dari SMA di wilayah daratan maupun kepulauan.
"Mereka akan dibina sejak 17 Februari 2012 di luar jam sekolah di SMAN 1 Sumenep hingga menjelang pelaksanaan ujian nasional. Siswa asal kepulauan yang terekrut program ini dan tidak mungkin pulang ke rumahnya setiap hari akibat kendala geografis, untuk sementara akan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler di SMAN 2 Sumenep di Kecamatan Kota," ujarnya.
Masuni mengatakan, siswa asal kepulauan yang menjadi peserta program pembinaan dan untuk sementara akan ikut KBM reguler di SMAN 2 Sumenep selama masa pembinaan, itu, berstatus titipan.
"Mereka tetap tercatat sebagai siswa dari SMA asal, karena status mereka di SMAN 2 itu hanya dititipkan. Mereka yang berasal dari kepulauan tersebut juga direncanakan mengikuti ujian nasional di SMA di wilayah daratan," ucapnya.
Ia juga mengemukakan, program pembinaan bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin dan memiliki prestasi bagus serta ingin kuliah itu, merupakan kegiatan perdana yang digagas pemerintah daerah pada tahun ini.
"Program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga miskin dan ingin berkuliah. Kalau dari mereka ternyata ada yang benar-benar kuliah dan tetap berprestasi, pemerintah daerah akan memberikan bantuan beasiswa selama mereka berkuliah," kata Masuni.
Pelaksanaan ujian nasional utama SMA sederajat dijadwalkan pada 16-19 April 2012, sementara bagi siswa yang tidak mengikuti ujian nasional utama dengan alasan sah seperti sakit, diperkenankan mengikuti ujian nasional susulan pada 23-26 April. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.