Malang - Pemerintah Kabupaten Malang tahun ini absen memberikan bantuan pangan kepada ratusan nelayan di kawasan Pantai Sendangbiru yang tidak melaut akibat cuaca buruk dan gelombang laut cukup tinggi. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Malang Endang Retnowati, Kamis, mengakui karena tidak adanya pos anggaran bantuan tersebut maka pihaknya belum bisa membantu nelayan untuk mencukupi kebutuhan pangannya selama tidak melaut. "Tahun-tahun sebelumnya kami memang memberikan bantuan pangan berupa sembako. Karena tahun ini tidak ada anggaran untuk pemberian bantuan itu, terpaksa tahun ini absen tidak memberikan bantuan," ucapnya. Selain karena memang tidak ada anggaran, katanya, gelombang laut yang dikatakan tinggi itu masih dianggap wajar, meski nelayan tidak berani melaut dengan sekoci. Tapi, kalau dengan kapal, kemungkinan besar masih mampu menahan gelombang. Namun demikian, dirinya memahami kondisi nelayan yang panik karena tidak bisa melaut dengan kapal sekoci. Pasti ada kekhawatiran terbalik akibat dihantam ombak saat berada di tengah laut. Endang mengemukakan, biasanya setiap tahun ada bantuan dari Kementerian Kelautan kepada nelayan yang diberikan ketika musim paceklik atau gelombang tinggi seperti yang terjadi saat ini, sehingga pihaknya tidak mengajukan anggaran. "Sambil menunggu bantuan dari Kementerian Kelautan, kami berharap gelombang laut juga segera mereda, agar nelayan bisa melaut kembali dan mampu memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder keluarganya," ujarnya. Gelombang laut di laut selatan Malang saat ini rata-rata mencapai 2-3 meter dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Februari atau awal Maret mendatang. Akibat tidak melautnya nelayan di Sendangbiru tersebut, harga ikan laut di wilayah Malang Raya naik drastis dan stoknya pun menipis, sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumen terpaksa mendatangkan dari Banyuwangi dan Pasuruan. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026