Surabaya - Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur mencari tambahan atlet dari cabang renang untuk disiapkan berlaga di nomor baru pada Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 di Riau.
Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim Erlangga Satriagung kepada wartawan di Surabaya, Senin, mengatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim terkait kebutuhan atlet tersebut.
"Minimal kami membutuhkan tambahan dua atlet untuk diproyeksikan turun di nomor kolam 100 dan 200 meter surface bifin putra dan putri. Ini nomor baru dan Jatim memang belum punya atlet andalan," katanya.
Menurut Erlangga, keinginan menggaet atlet renang untuk disiapkan berlaga di cabang selam sebenarnya sudah direncanakan sejak ditetapkannya nomor lomba pada PON 2012.
KONI Pusat telah memutuskan pengurangan nomor lomba dari 24 menjadi hanya 15. Dari 15 nomor itu, terdapat empat nomor baru yakni 100 dan 200 meter surface bifin putra dan putri.
"Tidak hanya Jatim, tapi hampir semua daerah tidak memiliki atlet di nomor baru ini. Beberapa daerah kabarnya telah menarik atlet renang untuk disiapkan di nomor ini," ujarnya.
Dari pembicaraan dengan pengurus PRSI Jatim, Erlangga mengungkapkan rencananya untuk menarik dua atlet renang yang peluangnya meraih medali emas sangat berat yakni Christopher Tedjo Buwono dan Catherine.
"Saya kira akan lebih baik kalau mereka berlaga di cabang selam, karena peluang dapat medali emas cukup terbuka. Strategi ini bukan untuk kepentingan Jatim dan mereka bisa kembali ke renang setelah PON selesai," tambah Erlangga.
Ia membantah apabila POSSI Jatim melakukan pembajakan atlet renang untuk pindah menjadi peselam.
"Tidak ada bajak-membajak atlet. Kami juga belum bicara dengan atletnya dan kalau pun cari atlet renang untuk selam, kami tidak akan merekrut atlet yang berpotensi dapat emas renang," katanya.
Pada PON 2012, POSSI Jatim menargetkan minimal enam medali emas dari 15 nomor yang dilombakan. Jumlah itu hanya separuh dari pencapaian 12 medali emas di PON 2008 dengan 24 nomor lomba.
Erlangga mengungkapkan, dari sembilan nomor lomba yang dipangkas, terdapat tujuh medali emas milik Jatim yang ikut hilang, baik dari nomor kolam maupun orientasi bawah air (laut).
Secara terpisah, Ketua Harian Pengprov PRSI Jatim Wardi Azhari Siagian mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan KONI dan POSSI Jatim terkait rencana perekrutan atlet renang tersebut.
"Kalau memang di cabang selam ada peluang besar untuk mendapatkan medali emas, buat kami tidak ada masalah kedua atlet renang itu membantu selam. Yang jelas memang tidak ada pembajakan atlet, karena ini demi Jatim," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.