Malang - Unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Kamis, ricuh yang dipicu oleh aksi dorong antara mahasiswa dengan petugas keamanan (Satpam) kampus setempat. Aksi dorong terjadi ketika ratusan mahasiswa tersebut berusaha masuk ke ruang lobby rektorat dan mendesak bertemu dengan Rektor UIN Maliki Prof Dr Imam Suprayogo, namun dihalangi oleh puluhan satpam. Pada awalnya unjuk rasa yang menuntut diturunkannya nominal SPP tersebut dilakukan di depan gedung rektorat. Namun, karena rektor tidak juga menemui mereka, akhirnya ratusan mahasiswa itu berusaha masuk ke ruang lobby rektorat. Karena upayanya terus dihalangi oleh satpam, beberapa oknum mahasiswa mulai merusak sejumlah pot bunga yang ada di lobby rektorat."Kami harus bertemu dengan rektor," teriak salah seorang mahasiswa peserta aksi. Dan, tidak lama kemudian Rektor UIN Maliki Prof Imam Suprayogo menemui mereka dan bersedia dialog jika mahasiswa diam dan duduk dengan rapi. Hanya saja, mahasiswa tidak mau, mereka tetap minta berdiri, bahkan rektor yang diminta untuk berdiri dari tempat duduknya. Karena mahasiswa tak mau diam dan duduk, Imam Suprayogo akhirnya juga tak mau memberikan penjelasan dan menandatangani tuntutan dari mahasiswa."Kalau tak mau duduk dan diam untuk mendengarkan penjelasan saya, ya sudah saya tak mau menjelesakan," katanya sambil meninggalkan lokasi. Sikap rektor tersebut justru memicu kemarahan mahasiswa, sehingga terjasi aksi dorong dengan satpam. Sementara puluhan aparat kepolisian terus siaga di lokasi tersebut. Koordinator aksi, Awing mengatakan, kenaikan SPP tersebut tidak disosialisasikan terlebih dulu pada mahasiswa."Tidak ada alasan bagi rektorat untuk menaikkan SPP, bahkan kalau bisa diturunkan dan digratiskan," tegasnya. Selain menuntut diturunkannya SPP, mahasiswa juga menuntut adanya perlakuan yang adil antara mahasiswa lokal dan asing, sebab selama ini telah terjadi diskriminasi serta transparansi pembebasan lahan dan pembangunan kampus II di Junrejo, Batu. Menanggapi tuntutan mahasiswa untuk tidak menaikkan SPP tersebut Rektor UIN Maliki Imam Suprayogo mengaku, kebijakan itu adalah kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu), bukan dari pihak rektorat. "Kami sudah bermaksud baik menemui mereka dan menjelaskan segala permasalahan dan kebijakan dari Menkeu sekaligus menampung aspirasi mereka, namun mereka tidak bisa tertib dan bersikap speerti itu," ujarnya.(*)


Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026