Magetan - Arus lalu lintas menuju objek wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada liburan awal Tahun Baru 2012, Minggu, padat merayap.
Ribuan kendaraan baik motor, mobil pribadi, maupun bus pariwisata terlihat antre memasuki kawasan wisata alam yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Magetan ini hingga menyebabkan kemacetan di beberapa titik.
"Kemacetan sudah terjadi saat memasuki kawasan Plaosan. Sudah satu jam lebih arus lalu lintas hanya "merayap"," ujar salah satu pengemudi yang hendak menuju Telaga Sarangan, Maryono.
Menurut dia, ia dan sejumlah anggota keluarga lainnya sengaja ingin menghabiskan liburan tahun baru di Sarangan karena tertarik dengan pemandangannya yang alami.
Petugas Kepolisian Resor (Polres) setempat dibantu oleh petugas Dinas Perhubungan Magetan terpaksa harus bekerja keras mengatur arus lalu lintas atar kemacetan tidak bertambah parah.
Kapolres Magetan, AKBP Agus Santosa, mengatakan, terdapat tiga titik kemacetan lalu lintas menuju Telaga Sarangan. Kemacetan pertama terjadi di sekitar pos retribusi mobil dan bus pariwisata. Pada titik ini, kendaraan "mengular" hingga tiga kilometer panjangnya.
"Kemacetan kedua terdapat di pos retribusi kendaraan roda dua yang merupakan pintu masuk objek wisata Telaga Sarangan. Kemacetan diperkirakan mencapai satu kilometer," tutur AKBP Agus.
Titik kemacetan lainnya terdapat di pertigaan memasuki Telaga Sarangan dan menuju jalan tembus Magetan-Karanganyar Jawa Tengah. Kemacetan terjadi akibat benturan arus lalu lintas kendaraan yang ingin keluar dari Telaga Sarangan dengan kendaraan dari Magetan yang hendak menuju ke Karanganyar, Jawa Tengah, dan sebaliknya.
Agus menerangkan untuk mengatasi kemacetan pihaknya sudah menyiagakan puluhan personelnya untuk melancarkan jalur lalu lintas.
"Situasi lalu lintas secara umum di jalur wisata Telaga Sarangan padat merayap. Untuk mengurai kemacetan petugas sudah kami konsentrasikan di beberapa titik," katanya.
Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pos Retribusi Telaga Sarangan, Kuswinardi, mengatakan, puncak kunjungan pada objek wisata Telaga Sarangan terjadi saat liburan hari raya keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal. Selain itu juga pada saat liburan pergantian tahun baru.
"Pada liburan tahun baru ini pengunjung diperkirakan bisa mencapai 10 ribu hingga 20 ribu orang per hari. Puncaknya adalah hari Minggu ini," kata Kuswinardi.
Para pengunjung ini kebanyakan berasal dari kota besar, seperti Kota Jakarta, Malang, Surabaya, dan Solo. Mereka rata-rata dari luar kota yang sedang pulang kampung untuk merayakan Natal dan tahun baru di Madiun, Magetan, dan sekitarnya. Setelah itu dilanjutkan berekreasi dengan keluarga ke Telaga Sarangan. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.