Pasuruan - Jalur lalu lintas Probolinggo-Pasuruan mengalami "lumpuh total", karena ratusan kendaraan roda empat seperti mobil, bus, dan truk memerlukan waktu hampir 10 jam untuk menempuh jarak yang biasanya hanya ditempuh dalam satu jam itu.
"Saya terjebak kemacetan sejak Senin (26/12) pukul 23.00 WIB, tapi sampai hari ini (27/12) pukul 05.30 WIB belum juga bisa lepas dari Nguling," kata warga Banyuwangi, Dodik, ketika ditemui sedang beristirahat di sebuah SPBU di Nguling, Selasa.
Wartawan ANTARA melaporkan panjang antrean kendaraan yang macet hingga pukul 07.00 WIB mencapai puluhan kilometer dari kawasan Leces - Probolinggo hingga Grati - Pasuruan, bahkan kemacetan itu terjadi dari dua arah, baik dari arah Surabaya maupun dari arah Jember/Banyuwangi.
Hingga kini, penyebab kemacetan belum diketahui, namun di tengah kemacetan itu terjadi sejumlah peristiwa, di antaranya perbaikan gorong-gorong di Tongas, truk terguling, perbaikan aspal jalan, serta adanya pengemudi truk yang parkir sembarangan dan bahkan ada yang meninggalkan kendaraannya untuk tidur.
"Saya nggak tahu apa penyebabnya, karena saya sudah melewati gorong-gorong yang katanya diperbaiki itu ternyata bisa jalan, meski pelan sekali. Kalau perbaikan aspal jalan, kok saya lihat mesin pengaspal juga sudah menepi," kata warga Surabaya, Arini.
Sementara itu, aparat kepolisian yang terlihat bertugas hanya beberapa orang, namun sejak pukul 05.00 WIB mulai bertambah, sehingga kemacetan mulai terurai, meski membutuhkan waktu lebih dari dua jam.
"Repot, mas, banyak truk yang terjebak kemacetan, lalu berhenti dan ditinggal sopirnya, bahkan ada truk yang ditinggalkan sopirnya tidur," kata seorang polisi yang bertugas hingga Subuh.
Ia menduga volume kendaraan yang cukup tinggi terkait liburan sekolah, Natal 2011, dan Tahun Baru 2012 merupakan faktor penyebab kemacetan yang tidak pernah separah itu.
"Itu pun ditambah dengan sopir truk yang memarkir kendaraannya sembarangan dan ditinggal tidur, tapi pengemudi kendaraan lainnya juga main serobot sehingga memperparah kemacetan yang ada," katanya.
Menyikapi kemacetan itu, sebagian pengendara mobil terlihat sabar menunggu dalam waktu yang lama, meski ada juga yang main serobot, namun ada juga sebagian pengendara mobil yang masuk ke jalan alternatif di perkampungan untuk menghindari kemacetan yang tidak terkendali itu.
"Alhamdulillah, saya sudah sampai di Surabaya pukul 08.00 WIB, tapi kalau saya tidak lewat jalan alternatif mungkin masih ada di tengah-tengah kemacetan itu," ucap Ahmad, warga Madura. (*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.