Gresik - Tim Gresik United yang disiapkan untuk berlaga di kompetisi Divisi Utama PSSI musim 2011-2012 resmi diluncurkan dalam sebuah acara sederhana di salah satu restoran di Gresik, Jawa Timur, Jumat.
Keberadaan tim Gresik United (GU) yang musim sebelumnya juga telah berlaga di kompetisi Divisi Utama, melengkapi sepak terjang "saudaranya" tim Persegres Gresik yang memutuskan berlaga di kompetisi Liga Super Indonesia.
Untuk musim ini, GU ditangani mantan kapten tim Petrokimia Gresik Sasi Kirono Sumantri sebagai pelatih, dengan didampingi dua asistennya Zaenal Abidin dan Zainul Arifin.
Dari daftar 26 pemain yang diperkenalkan, terdapat beberapa pemain lama, seperti Heri Purnomo, Fadli Sanusi, Mulyanan, dan Ahmad Nurosadi (penjaga gawang). Selebihnya merupakan pemain jebolan tim Gresik Putra (Divisi II), ditambah satu pemain asing Mbom Elie.
"Kendati tanpa pemain bintang, kami optimistis GU bisa bersaing. Targetnya tidak muluk-muluk yakni bertahan di Divisi Utama," kata Manajer GU Hadi Kusono.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mendekati sejumlah perusahaan di Gresik untuk mencari dukungan pendanaan guna membiayai operasional tim.
"Saat ini kami sudah mendapatkan subsidi dari PSSI sebesar Rp500 juta dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kepastian dari sponsor," ujarnya.
Untuk tempat pertandingan, Hadi Kusono menambahkan bahwa pihaknya tetap menggunakan Stadion Petrokimia Gresik sebagai markas untuk menjamu lawan-lawan, asalkan tidak berbenturan dengan pertandingan Persegres.
"Kami akan minta bantuan Bupati Gresik sebagai General Manajer Persegres untuk bisa memanfaatkan Stadion Petrokimia Gresik. Kalau tidak bisa, alternatifnya meminjam Stadion Gelora Bung Tomo atau Surajaya Lamongan," ucap Hadi Kusono, menambahkan.
Sementara itu, Pelatih GU Sasi Kirono mengakui persiapan timnya menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI cukup mepet dan banyak dihuni pemain muda, sehingga tidak berani menargetkan hasil terlalu tinggi.
Gresik merupakan kota ketiga di Jatim, setelah Surabaya dan Malang yang memiliki dua klub dengan berlaga pada dua kompetisi berbeda.
Sebelumnya, dua klub asal Surabaya yakni Persebaya 1927 dan Persebaya DU masing-masing berlaga di LPI PSSI dan Divisi Utama Liga Indonesia. Kemudian di Malang, Arema Indonesia yang juga terpecah berlaga di LPI dan LSI.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.