Pasuruan - Kinerja PT Boma Bisma Indra (BBI) Pasuruan yang telah mengalami pasang surut sekitar delapan tahun, kini sudah mulai pulih kembali setelah melaksanakan program "Grouping" BUMN.
Dirut PT BBP Pasuruan Lalah Indiyono di Pasuruan, Kamis mengatakan, setelah diresmikan Presiden Soeharto pada tahun 1989 kinerja perusahaan mengalami pasang surut.
"Bahkan puncaknya antara tahun 2000 hingga 2008 kinerja PT BBI betul-betul surut. Namun mulai memasuki tahun 2009 PT BBI mulai bangkit dan mendekati pulih kembali," katanya saat mendampingi Deputi Menetri BUMN Bidang Industri Startegis dan Manufaktur, Irnanda Laksanawan seusai memimpin Pra-RUPS PT BBI Pasuruan, PT Inka Madiun, dan PT Barata Surabaya di Pasuruan.
Lalak Indiyono optimistis mulai tahun depan, kinerja PT BBI Pasuruan yang telah melaksanakan program grouping BUMN, akselerasi pemulihan kinerjanya akan berjalan semakin lebih cepat lagi.
Fabrication Manager PT BBI Pasuruan, Muslimin menjelaskan, propduk unggulan PT BBI Pauruan meliputi produk cor (casting) yang terdiri atas cor besi, dan cor baja, serta peralatan industri.
Disebutkan, produksi cor besi untuk melayani pembuatan pabrik gula. Sedangkan cor baja untuk melayani industri Chemical, dan permesinan.
Sementara produk peralatan industri untuk melayani peralatan PLN (Power Plant), baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri, serta untuk melayani industri perminyakan.
Muslimin menjelaskan, mayoritas produksi PT BBI untuk memenuhi permintaan luar negeri, karena PT BBI telah menjalin kerja sama dengan Alstom Prancis dalam Long Term Suplay Agreement (LTSA) dengan produk-propduk unggulannya berupa paket condensor (penakar panas/pengembunan).
Disebutkan paket kondensor produk PT BBI diantaranya telah diekspor ke Mesir, Meksiko, Australia, Vietnam, Singapura, Timur Tengah, Amerika, dan Eropa.
Muslimin menjelaskan, kini PT BBI juga sedang mengerjakan enam paket kondensor, terdiri atas pesanan PLN Singapura empat paket, PLN Kuwait satu paket dan Vietnam juga satu paket. Sedangkan produk lain PT BBI meliputi bejana tekanan.
Muslimin menjelaskan, produk-produk PT BI juga telah mendapatkan sertifikat ASME (American Society Mecanical Engeenering).
Meski kinerja PT BBI telah mulai pulih kembali, Dirut PT BBI Lalak Indiyono mengaku masih menghadapi kendala pengiriman produksinya keluar negeri, karena fasiltas pelabuhan di Pasuruan yang kurang memadai.
Untuk mengirim produks PT BBI ke luar negeri khusunya lewat pelabuhan hanya bisa dilakukan satu kali dalam satu bulan, yakni pada saat purnama penuh agar kapal tidak kandas. Produk PT BBI yang ukurannya cukup besar juga harus diangkut dengan tongkang terlebih dulu sebelum dinaikkan ke kapal. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.