Kediri - Kepolisian Resor Kediri Kota, masih menyelidiki kasus perusakan Pos Polisi 906 serta dinding kaca di pusat perbelanjaan Kediri Mall di Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri yang dilakukan orang tidak dikenal.
"Kami masih selidiki kasus ini. Kami juga baru tahu tadi pagi kejadiannya," kata Wakil Kepala Polres Kediri Kota, Kompol Nurhadi di Kediri, Rabu.
Ia mengatakan, akan meminta keterangan dari satuan pengamanan di pusat perbelanjaan tersebut, serta sejumlah warga yang mengetahui hal itu. Keterangan mereka dibutuhkan untuk melengkapi berkas pemeriksaan.
Pihanya juga belum bisa memastikan apakah kasus perusakan dinding kaca di pos polisi itu termasuk perbuatan teror. Terlebih lagi, dalam waktu dekat umat Kristen akan merayakan Natal.
"Kami belum tahu persis kaitan kejadian ini dengan teror menjelang Natal. Kami masih terus telusuri hal ini," katanya mengungkapkan.
Kejadian perusakan pos polisi terjadi di Pos 906 di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri. Pos itu berdekatan pusat perbelanjaan, Kediri Mall. Jarak di antara keduanya hanya sekitar 200 meter.
Di pos polisi itu, seluruh kaca pecah. Pos yang semula tertutup kaca untuk berjaga anggota lalu lintas, kini tidak ada. Begitu juga di Kediri Mall. Ada dua lokasi yang menjadi pelemparan adalah di bagian Restoran "Holiday" di lantai satu serta lantai dua.
"Ada dua lokasi, yaitu di restoran Holiday, serta lantai mezanin (lantai di antara lantai, atau lantai dua, red). Dinding kacanya pecah," kata salah seorang pegawai Kediri Mall, Edwin Priyo Djatmiko.
Ia mengaku cukup terkejut dinding kaca itu bisa pecah. Padahal, tingkat ketebalan dinding itu mencapai 1 sentimeter, berbeda dengan di pos polisi yang hanya 0,5 sentimeter.
Ketinggian di dinding itu juga cukup tinggi, mencapai 225 sentimeter, sementara lebarnya 111 sentimeter. Sementara, di pos polisi, tingginya mencapai 1,5 meter, dan lebarnya mencapai 2 meter.
Edi, bagian keamanan di Kediri Mall mengaku sempat mengetahui ada batu sebesar kepalan tangan pecah menjadi dua di lokasi kejadian, dekat dinding restoran. Ia menduga, batu itu didilempar dalam jarak dekat, mengingat ketebalan dinding juga lumayan.
"Batunya pecah menjadi dua. Mungkin, saat itu batu itu dilempar kuat-kuat dan dalam jarak dekat, jadinya mampu memecahkan kaca," kata Edi.
Informasi yang didapat, kejadian seperti ini bukan hanya sekali, melaikan sudah berulangkali. Terakhir, pada 2010 lalu, dengan kejadian yang sama, yaitu pos polisi yang dirusak serta dinding Kediri Mall yang juga menjadi sasaran.
Ironisnya, di tempat itu tidak ada kamera pengintai atau CCTV. Bahkan, untuk pengamanan pun, sudah tidak dilakukab anggota polisi ketika jam sudah menjunjukkan pukul 21.00 WIB ke atas. Pengamanan diikutkan kepada petugas yang berjaga di Kediri Mall. Diduga, kejadian itu pada Rabu pagi hari, dimana saat itu aktivitas warga belum padat.
Dengan kejadian ini, rencananya akan dipasang kamera pengintai, dengan harapan dapat lebih mempercepat proses penanganan kasus, serta memudahkan pengamanan di lokasi pusat perbelanjaan serta pos polisi. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.