Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya untuk menerapkan program layanan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP pada 2012.
Kesiapan itu ditandai dengan peresmian gerai pelayanan dan mobil Unit Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Keliling (UP3SK), serta Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dilakukan Bupati Lamongan Fadeli, Selasa.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dengan kesadaran tinggi untuk menyukseskan program e-KTP mulai tahun depan," katanya saat peresmian di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lamongan.
Menurut Fadeli, perkembangan teknologi yang semakin pesat dan cepat telah menuntut adanya kemudahan berbagai layanan dari pemerintah, termasuk jaminan keamanan data identitas penduduk.
"KTP elektronik yang berbasis nomor induk kependudukan (NIK) akan menjadi dasar bagi banyak layanan lainnya, seperti pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi), asuransi kesehatan, penerbangan dan lainnya," tambahnya.
Dalam penyiapan layanan e-KTP, Pemkab Lamongan telah menggandeng sebuah lembaga kerja sama internasional dari Jerman, GIZ, melalui programnya "Good Government in Population Administration".
"Pemerintah Jerman memberikan dukungan terhadap program administrasi kependudukan di Pemkab Lamongan. Data administrasi kependudukan ini memiliki nilai strategis, antara lain sebagai basis data pemilu, perencanaan daerah maupun program bantuan," kata perwakilan GIZ, Ernst Zehrfeld.
Beberapa program yang telah dikerjakan antara lain pelatihan standar operasional penerbitan dokumen kependudukan dan catatan sipil, pengoperasian unit kendaraan UP3SK dan bantuan perlengkapan operasionalnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lamongan Mursyid menambahkan, jumlah penduduk berdasarkan pendataan terakhir pada 2010 sebanyak 1.369.668 jiwa, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Paciran.
"Dari inventarisasi yang telah dilakukan, ditemukan lebih kurang 17.546 orang penduduk yang memiliki data ganda. Sementara hasil koordinasi dengan Kemendagri, data ganda warga Lamongan yang berada di luar daerah mencapai 36.302 jiwa," kata Mursyid. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.